Pemprov Papua juga membangun kolaborasi dengan program nasional guna mendorong penciptaan lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan pada sektor ASN. Selain itu, penataan ASN terus dilakukan melalui sinergi dengan instansi vertikal untuk meningkatkan profesionalisme dan efektivitas pelayanan publik. Rifai mengajak masyarakat dan insan media untuk menyikapi informasi secara utuh dan berimbang, serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.
“Pemerintah tidak sedang menutup harapan, tetapi sedang menatanya agar tetap hidup, adil, dan berkelanjutan. Sebab masa depan Papua tidak hanya bergantung pada jumlah ASN, tetapi pada luasnya kesempatan kerja dan kuatnya kemandirian ekonomi masyarakatnya,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Rustan mengatakan, pengelolaan dan optimalisasi PAD Kota Jayapura hingga saat ini masih perlu ditingkatkan.…
Peluncuran ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) untuk membangun Ekosistem Pendidikan Kepemimpinan, Pengelolaan…
Pembukaan PKKMB 2026 diselenggarakan secara hibrida dari Auditorium Uncen. Sebanyak 450 mahasiswa hadir secara…
Mereka masing-masing di antaranya Widi Hartoto, selaku Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB periode 2020-2024;…
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…
Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…