

Letkol Inf Tri Purwanto, Kapendam XVII/Cenderawasih. (foto: Karel/Cepos)
JAYAPURA – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terkait video yang beredar terkait adanya seorang pria menenteng senjata dan menyebut namanya Botak Wanimbo.
TNI sedang mendalami asal-usul senjata api yang terlihat dibawa pria tersebut. “Video tersebut memang telah beredar di media sosial, dan saat ini masih kami dalami. Kami melakukan pemeriksaan serta penyelidikan terkait satu pucuk senjata yang digendong oleh salah satu tokoh OPM yang dikenal sebagai Botak Wanimbo,” ujar Tri Purwanto di Jayapura, Kamis (5/3).
Tri menilai kemunculan video tersebut merupakan bagian dari propaganda yang sengaja dilakukan oleh kelompok OPM untuk menunjukkan eksistensi mereka kepada publik. Menurutnya, saat ini kelompok tersebut berada dalam kondisi terdesak akibat berbagai operasi penegakan hukum yang dilakukan aparat keamanan serta menurunnya dukungan masyarakat terhadap aktivitas mereka.
Tri Purwanto juga menyampaikan bahwa aparat keamanan saat ini terus meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang kerap melakukan aksi teror di wilayah Papua.
“Personel gabungan TNI-Polri saat ini menyelidiki kelompok yang memviralkan video tersebut. Pengejaran juga terus dilakukan terhadap kelompok OPM yang diduga dipimpin oleh Botak Wanimbo,” katanya.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…