Categories: BERITA UTAMA

Provinsi Papua Jadi Korban Politik DOB

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua, melalui Badan Perencanaan Pembanguna, Riset dan Inovasi Daerah (Bapprida) telah menggelar monitoring meja semester I (satu) tahun anggaran 2024 di Aula Lukmen ll, lantai 9 kantor gubernur Papua pada, Selasa (30/7).

  Kegiatan yang dihadiri seluruh pimpinan SKPD, sekretaris eselon lll, PPTK, Kasubbag keuangan, dan kasubbag program. Dengan membahas APBD Provinsi Papua, tahun anggaran 2024 sebesar Rp 3 terilun lebih dan jumlah sub kegiatan sebanyak 1021, sementara jumlah paketnya sebanyak 6479.

  Sementara itu Untuk rekapitulasi Daya serap SKPD (capaian kinerja realisasi fisik dan keuangan) pertanggal 26 Juli 2024, Realisasi Fisik sebesar, 26,72 persen Realisasi Keuangan, 26,73 persen atau Sebesar Rp. 804.213.225.207,02. Jumlah itu dikategori masih sangat rendah dibandingkan dengan tahun-tahun yang sebelumnya.

   Mendengar hasil tersebut Plt. Kepala Bapperida provinsi Papua, Ir. Jhon Wicklif Tegai, MM. Mengatakan proses pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) yang terjadi tidak sebanding dengan persiapan dan antisipasi dari pemekaran itu.

   “Kita cenderung terjebak dalam agenda politik, sehingga secara administratif ini tidak dilakukan langkah-langkah antisipasi,” jelas Jhon Wicklif.

  Menurutnya sebagai provinsi induk jika dihitung secara kasar mestinya mendapatkan posisi lima (5) triliun lebih, tetapi saat ini provinsi Papua ada di posisi dua (2) triliun dengan selisi tiga (3) triliun.

  “Jadi sebenarnya kalau normalnya kita berada di posisi lima triliun lebih, hanya karena langkah-langkah antisipasi untuk proses pemekaran DOB itu tidak dilakukan dengan baik,” lanjutnya.

  “Sehingga, kita pasrah terhadap keadaan, kita terjun bebas. Jadi mungkin ini hal yang penting,” tambahnya.

   Ia mengajak semua pimpinan OPD dan stakeholder terkait untuk sama-sama mencari solusi dan peluang-peluang apa yg bisa didorong untuk penguatan APBD. Mengingat provinsi Papua merupakan provinsi induk yang telah berpisah dengan beberapa DOB baru, seperti Papua Selatan, Papua tengah dan Papua Pegunungan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Masyarakatnya Ramah, Minta Warisan Leluhur Seni dan Budaya Tetap Dijaga

Para turis atau Wisatawan Mancanegara ada dari negara Inggris, Argentina, Amerika Serikat, Australia dan berbagai…

32 minutes ago

147 Ribu Pengunjung dan Rp1.2 Miliar Berputar di Khalkote

Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 meninggalkan catatan menarik. Selama rangkaian festival berlangsung, kawasan Pantai…

2 hours ago

Kapolres Mimika Temui Kelompok yang Bertikai di Kwamki Narama

Langkah jemput bola ini dilakukan guna memediasi sekaligus mendorong kedua belah pihak menghentikan pertikaian secara…

3 hours ago

Pemkab Lanny Jaya Siapkan 3 Posko Bantuan Permanen

Pemkab Lanny Jaya juga mengambil langkah berbeda dalam penyediaan tempat penampungan bantuan untuk warganya di…

4 hours ago

FDS XV Bukan Hanya Sekadar Festival Budaya

Festival Danau Sentani (FDS) XV tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga membuka…

5 hours ago

Dua Kelompok Warga di Pintu Air Merauke Saling Serang Berdamai

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan, insiden tersebut bermula dari ulah seorang oknum warga setempat…

6 hours ago