“Sementara menunggu stok cairan yang akan tiba pada 14 September nanti, kita ada kerjasama dengan rumah sakit lain terutama di Biak dan Nabire,” kata Aloysius.
Sementara itu, Aloysius menyebut polemik RSUD Jayapura tak terlepas dari anggaran yang sudah menipis.
“APBD Induk RSUD Jayapura Rp 22 miliar, kami manajemen rumah sakit mensyukuri ada mukkjizat Tuhan dengan dana minus bisa melakukan pelayanan pasien sampai di bulan september ini,” ujarnya.
Untungnya dari APBD Perubahan lalu ternyata ada penambahan anggaran Rp 24 miliar. Dengan penambahan ini ditambah dengan dana BLUD, klaim BPJS dan lainnya ia meyakini pelayanan RSUD Jayapura bisa sampai bulan Desember hingga Januari 2025.
“Kami bersyukur kemarin ada penambahan. Jadi soal pasien cuci darah kami pastikan aman. Barangnya segera didatangkan,” tutupnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Erwin Natosmal Umar, kuasa hukum dari terdakwa kep[ada wartawan disela-sela pelimpahan itu meminta agar penanganan…
Aparat gabungan menyita sedikitnya 114,8 liter minuman keras lokal jenis sopi dalam razia massal di…
Kejari Jayawijaya Sunandar Pramono,SH, MH menyatakan untuk yang pertama, tim baru menetapkan satu tersangka dalam…
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso S.Pd, M.Pd menyatakan terkait dengan innformasi adanya pungutan…
Kejaksaan Negeri Mimika mengumumkan telah mengantongi identitas pelaku dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah…
Kasat Narkoba Polres Jayawijaya Iptu Jan B Saragih, SH membenarkan ada dua orang warga yang…