Categories: BERITA UTAMA

Tim Busur Diturunkan Kejar Enam Napi Lapas Wamena

Wakapolres menambahkan disamping tim opsnal reskrim dan satgas damai cartens yang melakukan upaya pencarian, personil dari samapta, dalmas dan fungsi lainnya yang ada di polres Jayawijaya juga gencar melakukan patroli dan razia di berbagai tempat dalam kota Wamena untuk mempersempit ruang gerak dari para narapidana yang melarikan diri.

“Fungsi lain dari kita berupaya untuk mencari tahun keberadaan dari 6 narapidana yang melarikan diri itu, sehingga ini nantinya akan sangat membantu tim yang melakukan pengejaran terhadap mereka dilakukan patroli dan razia,” tutupnya.

Sementara Kepala Lapas Wamena, Victor Yoin Apono memastikan satu dari dari enam narapidana yang melarikan diri merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Sejak awal teregister atas nama Penihas Heluka alias Kopi Tua Heluka masuk dalam terpidana kasus kriminal dan tak terdaftar dalam kasus makar atau politik. Victor  menegaskan yang bersangkutan masuk dalam lapas ini dengan kasus 388 KUHP tentang pembunuhan.

“Jadi karena register dari terpidana ini sebagai pelaku kriminal maka, kami tahu yang bersangkutan ini melakukan tindakan kriminal, kami tidak tahu kalau yang bersangkutan salah satu pentolan dari KKB yang sering kali masuk dalam kasus makar atau kasus politik,”tegasnya di lapas Wamena Senin (3/3).

Menurutnya, banyak media yang menyoroti jika Penihas Heluka adalah pentolan dari KKB, namun yang diketahui lapas Wamena yang bersangkutan masuk dalam lebaga permasyarakatan tersebut karena kasus pembunuhan, sehingga memang harus digabungkan dengan warga binaan yang melakukan kejahatan kriminal serta tak bisa melakukan pengawasan khusus.

“Kalau sejak awal kami tahu kalau yang bersangkutan berkaitan dengan KKB maka sejak awal dia masuk sudah dilimpahkan penahanannya ke Jayapura, ini hal yang perlu diketahui oleh publik bahwa yang bersangkutan pada saat dititip dalam tahap II dari kejaksaan ke Lapas Wamena yang bersangkutan masuk karena kasus kriminal,” jelas Victor Apono.

“Penihas Heluka terpidana yang telah dihukum 13 tahun penjara dan baru menjalani 1 tahun labih, yang disayangkan pada awal yang bersangkutan masuk ke lapas wamena dengan rekam jejak sebagai anggota KKB mungkin harus disampaikan kepada lapas Wamena agar juga melakukan pengawasan khusus,”kata Victor. Ia juga memastikan warga binaa yang ada di lapas kelas II B Wamena tidak ada yang tersangkut kasus politik atau makar, yang ada hanya kriminal, undang -undang darurat masalah senpi, amunisi, dan narkotika.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Dinkes Lanny Jaya Turun Kirimkan Tim Ke 3 Distrik Yang Terdampak Hujan EsDinkes Lanny Jaya Turun Kirimkan Tim Ke 3 Distrik Yang Terdampak Hujan Es

Dinkes Lanny Jaya Turun Kirimkan Tim Ke 3 Distrik Yang Terdampak Hujan Es

Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…

19 hours ago

Pemprov Papua Pegunungan Minta Bantuan Pusat

Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…

20 hours ago

Hingga Akhir Tahun 2026 Stok Beras Aman

Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat menyiapkan stok beras sebanyak 27.900 ton…

22 hours ago

Lingkungan Pendidikan Harus Jadi Tempat Aman Siswa

   Dia menjelaskan pihaknya berharap ​​​​​​fasilitas olahraga yang dibangun menjadi sarana bagi para siswa untuk…

23 hours ago

Abisai Rollo Lantik 1.030 Kader Golkar

   Pelantikan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi Partai Golkar hingga tingkat akar rumput sebagai…

1 day ago

Bupati Keerom Lantik Ketua Baru Kwarcab Pramuka  Keerom

Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…

1 day ago