Categories: BERITA UTAMA

Wamendagri Jadikan Otsus Tolok Ukur Kinerja Kepala Daerah

JAYAPURA-Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta seluruh kepala daerah di tanah Papua bergerak cepat menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan kebijakan dan tata kelola pemerintahan yang tengah berlangsung secara nasional.

Menurut Ribka, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri selama ini terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah. Namun, kepala daerah dituntut mampu menunjukkan kemandirian dalam menjalankan pemerintahan dan mengelola program pembangunan di wilayah masing-masing.

“Kementerian Dalam Negeri terus mengawal kinerja kepala daerah. Tetapi kita tidak ingin terus mengawal. Pada waktunya mereka harus mandiri dan mampu menjalankan pemerintahan secara baik,” ucap Ribka, usai Konferensi III Analisis Papua Strategis III, di PYCH, Jumat (29/5).

Ia menegaskan, salah satu indikator yang akan menjadi perhatian pemerintah pusat adalah kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola dana Otonomi Khusus (Otsus) secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Ribka mengungkapkan, hingga triwulan pertama tahun 2026, penyaluran dana Otsus telah mencapai 100 persen kepada 46 pemerintah daerah di enam provinsi di tanah Papua. Karena itu, pemerintah pusat akan mencermati sejauh mana daerah mampu mempertanggungjawabkan penggunaan dana tersebut.

“Nanti kita ukur setelah triwulan pertama. Dana Otsus sudah disalurkan, sehingga akan terlihat provinsi atau kabupaten mana yang konsisten dalam memberikan pertanggungjawaban dan mampu melanjutkan pengelolaan hingga triwulan berikutnya,” katanya.

Menurut Ribka, keberhasilan daerah dalam mengelola dana Otsus menjadi indikator awal untuk menilai kualitas tata kelola pemerintahan secara keseluruhan. Daerah yang mampu mengelola dana Otsus dengan baik dinilai memiliki kapasitas birokrasi yang lebih kuat dalam menjalankan berbagai program pembangunan.

“Kalau dia bisa berhasil, dia bisa mampu untuk tata kelola Otsus secara baik, maka dia juga akan mampu melakukan tata kelola terhadap birokrasi, ini saja ukurannya, saya belum hitung yang lain,” ujarnya.

Meski demikian, Ribka menilai saat ini masih terlalu dini untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepala daerah di Papua. Pasalnya, sebagian besar kepala daerah hasil Pilkada Serentak masih menjalani masa awal pemerintahan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Relokasi Pasar Lama, Beri Tempat Layak Bagi Pedagang

Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…

7 hours ago

Bom Peninggalan Perang Dunia II Ditemukan di Kali Ariyau

Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…

8 hours ago

Menang Kasasi di MA, 328 Kepala Kampung Minta Pemkab Jayawijaya Kembalikan SK Mereka

Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir.  Ya,…

9 hours ago

Pertahankan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif Polres Jayawijaya Razia Sajam di 4 Pasar

Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…

10 hours ago

Tak Ada Kelangkaan BBM di Mimika

Antrean panjang ini terjadi menyusul dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di…

11 hours ago

Dampingi Mentrans dan Dubes Tiongkok, Sekda Paparkan Potensi Telaga Sari

Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu memaparkan materi Gubernur Apolo Safanpo terkait potensi pertanian…

12 hours ago