Categories: BERITA UTAMA

Kapuspen TNI Informasi Tersebut Hoax

JAYAPURA-Hanya terkait informasi dan foto yang disebar, pihak Kodam XVII Cenderawasih belum memberikan klarifikasi atau tanggapan. Kapendam XVII Cenderawasih, Kol Kav Herman Taryaman  yang ditanya dalam whstaapp grup tidak merespon.

Kapuspen TNI Laksamana Muda TNI Julius Widjojono

”Bahwa kita ketahui bersama gerombolan KST kerap menyampaikan dan menyebar berbagai narasi yang berisikan pemberitaan bohong atau hoax. Dan kali ini kembali menyebar foto-foto senjata, amunisi, serta seseorang yang menjadi korban KST yang diklaim hasil penyerangan terhadap prajurit TNI.

Dari yang disebar kali ini saja, KST mengklaim jumlah prajurit TNI dari Kopassus yang meninggal 16 orang. Namun sesuai data kami, yang meninggal lima orang dari Satgas Yonif R 321/DY,” kata Laksamana Muda TNI Julius Widjojono. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Cegah Karhutla Berulang, Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove

Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…

22 minutes ago

Kualitas MBG Bisa Diratting Bintang 1-5 di Aplikasi

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…

1 hour ago

Banyak Kebun di Kawasan Penyangga Cycloop

Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…

2 hours ago

Pemprov Papeg Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Seluas 72,5 Hektar

Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…

3 hours ago

Perubahan APBD Papua Dikebut, Sejumlah DBH Belum Masuk

  Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…

4 hours ago

Tahan Rasa Nyeri di Tulang Belakang, Demi Pulang Bawa Uang Untuk Keluarga

  Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…

5 hours ago