

KKB menunjukkan eksistensinya dengan menyebar foto anggota memegang senjata dan menunjukkan ratusan amunisi peluru, magazine, HT, HP maupun peralatan tempur lainnya. (FOTO: sebby for cepos)
JAYAPURA – Sejumlah foto plus data yang cukup mengejutkan disebar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melalui juru bicara TPN OPM Sebbby Sembom. Dalam beberapa foto tersebut terlihat ratusan amunisi peluru, magazine, HT, HP maupun peralatan tempur lainnya.
Tak hanya itu, ada juga foto beberapa anggota KKB yang menodongkan senjata ke salah satu aparat keamanan dengan posisi terlentang. Diduga aparat keamanan ini telah tewas.
“Pada 2 Mei 2023 kami menerima laporan resmi dari Pimpinan TPNPB dari Daerah Pertahanan III Derakma Ndugama Papua, yang dilaporkan Perek Kogeya melalui telp seluler dan mengatakan bahwa pihaknya telah menembak 16 Anggota TNI dan ini dinyatakan benar adanya,” kata Sebby Rabu (3/5).
Ia menyatakan bahwa pimpinan TNI Polri boleh menyangkal informasi ini namun pihaknya menyampaikan kejadian yang sebenarnya dan itu dibuktikan dengan foto salah satu anggota TNI yang ditembak mati termasuk peralatan perang yang dirampas.
Sebby menyebut bahwa pihak TNI Polri sedang panik dan tidak berani membuka informasi ini ke publik karena korbannya adalah pasukan elit. Sebbypun menjelaskan kronologis kejadian penembakan yang dimaksud dimana pada 25 Maret 2023, dini hari pukul 01.00 WIT tim gabungan TNI Polri menyerang Pos Markas Esa Distrik Mam Mugi Kabupaten Nduga dan saat itu 2 anggota TPNPB terkena tembak.
Satu tewas atas nama Wisurul Gwijangge yang memiliki jabatan Komandan Batalion Mam. Lalu satu korban lagi terluka atas nama, Emepben Gwijangge. Lalu ada juga seorang perempuan bernama Adema Karunggu yang ikut tertembak.
Dari peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke markas kodap III Ndugama dan Egianus Kogeya menyatakan akan melakukan tindakan pembalasan. “TPNPB melaporkan bahwa alat komunikasi HT, Telp Satelit, Kamera Drone dan alat militer lainnya masih dipelajari dan kami sampaikan bahwa aparat yang kami tembak ini pada 24 April lalu kondisinya telah membusuk dan berhasil diambil oleh aparat TNI Polri. Jadi kami sampaikan bahwa pimpinan hanya 5 anggota TNI yang sudah evakuasi selebihnya belum,” tambah Sebby. (ade/wen)
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…