Sebelumnya Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrick Maclarimboen menyatakan bahwa pihaknya masuk ke kawasan kampus setelah diminta oleh pihak kampus untuk menertibkan situasi terutama terkait bendera. Upaya persuasif sudah dilakukan lebih dulu namun saat akan diturunkan ternyata ada penolakan dan terjadi aksi saling dorong hingga personelnya dilempar.
Para pelaku diduga sudah menyiapkan semua situasi ini karena saat akan diturunkan ternyata muncul perlawanan dari mahasiswa yang ketika itu berada di ruangan-ruangan. Dan untuk menghindari situasi yang semakin tak terkendali akhirnya polisi menyemprotkan watercanon untuk membubarkan massa termasuk menembakkan gas air mata. Dari bentrok ini dijelaskan ada anggotanya yang terluka akibat lemparan batu. (rel/ade)
Page: 1 2
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan…
Meski kobaran api utama telah padam, otoritas keamanan setempat mengimbau semua pihak untuk tetap waspada…
Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa penataan UU Peradilan Militer perlu waktu paling lama 2…
RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai sejauh ini masih dalam kondisi…
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut operator seluler belum sepenuhnya mematuhi ketentuan perlindungan…
Setiap empat jam sekali, alarm sunyi di benak Rizki berdering. Tidak peduli matahari baru merayap…