Categories: BERITA UTAMA

Dua Pucuk Senpi SS1 Ditemukan di Rumah Singgah KKB

Satu Pistol Jenis Revolver Masih Dicari

JAYAPURA-Tim gabungan berhasil menemukan dua pucuk senjata api laras panjang jenis SS1 inventaris Polres Pegunungan Bintang yang sempat hilang saat terjadi penyerangan terhadap Kepala Kepolisian Subsektor Oksamol Briptu Mario Sanoi di Distrik Oksamol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Jumat (28/5) lalu.

Dua pucuk senjata tersebut ditemukan, Rabu (2/6), di Kampung  Bombing yang menjadi tempat singgah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga pelaku penyerangan yang mengakibatkan Briptu Mario Sanoi gugur. “Dua pucuk senjata api tersebut sudah diamankan di Polsubsektor Oksamol,” ucap Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri kepada wartawan, Kamis (3/6).

Langkah lanjutan yang akan dilakukan oleh Polda Papua yakni akan mengirim tambahan tim di Oksamol untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok yang melakukan kekerasan terhadap anggota Polri hingga gugur.

Dua pucuk senjata SS1 inventaris Polres Pegunungan Bintang yang ditemukan.  Elfira/Cepos

Polda Papua akan mengirim satu tim Brimob lagi ke TKP, dimana sebelumnya Polda Papua juga telah mengirim timnya sehari setelah kejadian penyerangan. “Dengan pengiriman tim tersebut semoga kita bisa lakukan penangkapan. Dengan begitu kita bisa menggali informasi kenapa mereka melakukan pembunuhan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas di Pol Subsektor tersebut,” bebernya.

Dikatakan, tim nantinya menggali semua persoalan, sehingga bisa mengetahui kejadian peyerangan tersebut. Menurutnya, bisa saja karena ada sesuatu sehingga mereka melakukan pembunuhan atau memang murni penyerangan. “Kita melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk membuat jelas dan terang kasus pembunuhan ini,” tuturnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyampaikan, tim gabungan melakukan penggeledahan  di Kampung Bombing tepatnya di rumah singgah KKB dan berhasil mengamankan dua pucuk senjata  api laras panjang jenis SS1 beserta magazen, Rabu (2/6).

Adapun penemuan dua senjata api tersebut, berawal saat tim gabungan melakukan penyelidikan terkait hilangnya tiga pucuk senjata api inventaris Polsubsektor  Oksamol, Polres Pegunungan Bintang. Tiga puncuk senjata diduga hilang saat terjadi penyerangan yang mengakibatkan Ka Subsektor Bripti Mario Sanoi gugur.

Pada Selasa (1/6),  tim gabungan mengetahui tempat disembunyikannya dua senjata api milik Polsubsektor. Kemudian Rabu (2/6) sekira pukul 01:30 WIT, tim gabungan bergerak menuju  ke lokasi penyimpanan senjata api  dan berhasil menemukan dua pucuk senjata api laras panjang jenis SS1 beserta magazen. “Saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian satu pucuk senjata api laras pendek jenis revolver inventaris  Polsubsektor Oksamol,” kata Kamal.

Lanjut Kamal, situasi  di Distrik Oksamol, Kabupaten Pegunungan Bintang  aman dan kondusif. Tim gabungan yang berada di Distsrik Oksamol terus melakukan patroli.(fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

4 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

4 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

5 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

5 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

6 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

6 hours ago