

MERAUKE– Seorang warga Kampung Muin, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi-Provinsi Papua Selatan berinisial AD tewas dengan luka serius di bagian dagu. Dan informasi yang beredar di media sosial bahwa korban meninggal dunia karena dianiaya oleh oknum TNI.
Namun Komandan Kodim 1704/Mappi Letkol Czi Ahmad Ali Akbar membantah hal tersebut. Dandim Ali Akbar menegaskan bahwa korban meninggal dunia karena terkena peluru saat berusaha merampas senjata dari milik anggota TNI yang melakukan patroli. Ali menceritakan bahwa kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat, tentang gangguan Kamtibmas.
Patroli gabungan rutin yang dilakukan oleh anggota Kodim 1704/Mappi berupaya mengamankan situasi dari aksi pemuda yang sedang mabuk-mabukan berujung pada pengoroyokan terhadap anggota yang sedang patroli. Tidak hanya itu, para pemuda yang mabuk Miras tersebut secara paksa merebut senjata milik anggota TNI yang mengakibatkan satu warga sipil berinisial AD (22) meninggal dunia usai mendapat perawatan di RSUD Mappi Kamis (30/1) sekira pukul 04.50 WIT
Dikatakan, pengroyokan yang dilakukan oleh beberapa pemuda terhadap Tim Patroli gabungan ini terjadi pada Rabu (29/1) sekira pukul 15.00 WIT di sekitar Pelabuhan Misi, Jln. Misi, Distrik Obaa.
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melakukan tindakan tegas dalam upaya pemberantasan peredaran gelap…
Ketua Pengadilan Negeri Merauke, lanjut Yuri Ardiansyah, telah menunjuk 3 hakim untuk menangani 2 perkara…
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze mengingatkan para kepala distrik untuk melaksanakan tugas dengan optimal serta…
Kapolres Boven Digoel melalui Kasat Reskrim AKP Ishak O. Runtulalo menyampaikan, laporan awal diterima pihaknya…
Polsek Wamena Kota memastikan dua korban pencurian dan kekerasan (curas) terhadap dua saudara DW dan…
Pemkab Jayawijaya meminta konflik yang melibatkan dua kelompok masyarakat harus dihentikan. Wakil Bupati Jayawijaya Ronny…