

MERAUKE– Seorang warga Kampung Muin, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi-Provinsi Papua Selatan berinisial AD tewas dengan luka serius di bagian dagu. Dan informasi yang beredar di media sosial bahwa korban meninggal dunia karena dianiaya oleh oknum TNI.
Namun Komandan Kodim 1704/Mappi Letkol Czi Ahmad Ali Akbar membantah hal tersebut. Dandim Ali Akbar menegaskan bahwa korban meninggal dunia karena terkena peluru saat berusaha merampas senjata dari milik anggota TNI yang melakukan patroli. Ali menceritakan bahwa kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat, tentang gangguan Kamtibmas.
Patroli gabungan rutin yang dilakukan oleh anggota Kodim 1704/Mappi berupaya mengamankan situasi dari aksi pemuda yang sedang mabuk-mabukan berujung pada pengoroyokan terhadap anggota yang sedang patroli. Tidak hanya itu, para pemuda yang mabuk Miras tersebut secara paksa merebut senjata milik anggota TNI yang mengakibatkan satu warga sipil berinisial AD (22) meninggal dunia usai mendapat perawatan di RSUD Mappi Kamis (30/1) sekira pukul 04.50 WIT
Dikatakan, pengroyokan yang dilakukan oleh beberapa pemuda terhadap Tim Patroli gabungan ini terjadi pada Rabu (29/1) sekira pukul 15.00 WIT di sekitar Pelabuhan Misi, Jln. Misi, Distrik Obaa.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…