Categories: BERITA UTAMA

Tempat Ibadah, Wisata dan Pernikahan Dibatasi 50 Persen

JAYAPURA-Dalam rapat kemarin, Pemkot Jayapura menurut BTM juga akan melayangkan surat ke Kementerian Perhubungan RI untuk meminta pembatasan kapal putih (kapal Pelni) yang masuk di Pelabuhan Jayapura. Pasalnya, sejak Pemkot Jayapura melalui Satgas Covid-19 Kota Jayapura melakukan pengawasan saat kapal putih masuk, banyak ditemukan penumpang yang terkonfirmasi reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid antigen. “Kapal yang masuk akan dibatasi. Misalnya ada enam kapal, kami batasi jadi tiga saja. Selain itu, ada beberapa pelabuhan tertentu seperti Bau-bau yang penumpangnya tidak boleh turun di Pelabuhan Jayapura. Kami juga akan memulangkan ke daerah asalnya bagi penumpang yang tidak memiliki kartu identitas. Aktivitas di pelabuhan juga harus dengan prokes ketat,” tegasnya. Hal lain yang diputuskan dalam rapat kemarin menurut BTM yaitu terkait aktivitas belajar tatap muka yang sudah dilakukan secara terbatas, kembali akan dilakukan secara online alias daring. “Keputusan kami untuk pendidikan di tingkat TK/PAUD, SD dan SMP akan kita lakukan secara daring pada bulan Februari,” tuturnya. Kebijakan ini menurut BTM berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri no. 7 Tahun 2022 dan akan ditindaklanjuti dengan Instruksi Wali Kota Jayapura no. 2 tahun 2022. “Sedangkan untuk SMA dan perkuliahan bukan wewenang kami. Namun jika ingin mengikuti keputusan dari hasil rapat hari ini (kemarin, red) maka kami persilakan,” ujarnya. Dalam rangka melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kota Jayapura, Pemkot Jayapura menurut BTM akan terus gencar melakukan kegiatan vaksinasi Covid-19. Hingga saat ini, warga Kota Jayapura yang telah menerima vaksinasi dosis pertama mencapai 79 persen. Sementara untuk dosis kedua 56 persen dan dosis ketiga atau booster mencapai 31 persen. “Pelaksanaan vaksinasi di Kota Jayapura tetap kita meyasar warga lanjut usia dan anak usia 6-11 tahun serta masyarakat umum,” tambahnya. Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Debora B. Rumbino mengakui adanya keputusan rapat Pemkot Jayapura bersama Forkopimda Kota Jayapura yang memutuskan untuk aktivitas belajar mengajar di Kota Jayapura tingkat TK/PAUD, SD dan SMP akan kembali dilakukan secara online atau daring. Mengenai penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan sekolah, Debora Rumbino mengaku baru mendapat informasi dimana salah seorang pelajar SMP terkonfirmasi tertular Covid-19. “Saya baru dapat info ada satu siswa SMP yang terkena dan tertular dari orang tuanya yang bekerja di bank. Sementara sedang melakukan isolasi mandiri,” jelasnya saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, kemarin. Terkait temuan kasus ini, Debora Rumbino mengaku telah meminta Satgas Covid-19 untuk melakukan rapid antigen terhadap semua pelajar SMP yang satu kelas dengan anak yang terkonfirmasi Covid-19. (rhy/nat)
newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PANDEMI

Recent Posts

Curanmor Dominasi Kejahatan di Kab.Jayapura, Mei Tertinggi Capai 61 Kasus

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di…

11 hours ago

Polres Biak Amankan Belasan Kendaraan yang Dimodifikasi

Kendaraan-kendaraan itu ada yang dimodifikasi dengan tangki dengan ukuran besar dari ukuran standar. Operasi penertiban…

12 hours ago

Anggaran Terbatas, Pemprov Papsel  Tunda Penambahan OPD

“Untuk pembentukan OPD yang baru, sudah pernah kita ajukan berdasarkan analisis kebutuhan kelembagaan yang dilakukan…

13 hours ago

Tekad Cawor Kembalikan Persipura ke Liga 1

Ricky Cawor resmi kembali bergabung dengan tim Persipura Jayapura untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim…

14 hours ago

Pengemudi Ayla Merah Ditahan di Polresta Jayapura

   Seluruh identitas pengemudi serta korban yang merupakan satu keluarga kini telah teridentifikasi secara pasti.…

15 hours ago

Andika Wisnu Kerja Keras Demi Kejayaan Tim

Mantan pemain PSBS Biak itu memiliki tekad besar untuk bisa mempersembahkan prestasi bagi tim kebanggaan…

16 hours ago