Namun disini Clift menyampaikan bahwa pihaknya tidak membubarkan melainkan meminta untuk pendemo melakukan aksi disekitar kampus.
“Kami bicara baik-baik dan memang ada yang nada tinggi tapi akhirnya kami mundurkan dan buat kesepakatan. Kami persilahkan lakukan aksi tapi disekitar kampus dan adik – adik ini mau mendengar,” imbuhnya.
Namun beda halnya jika yang melakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang dipastikan tidak terdaftar di Kesbangpol maka tidak mungkin ada ijin yang diberikan.
“Demo sampaikan pendapat boleh saja dan itu dilindungi undang – undang tapi kalau isinya sudah tentang memisahkan diri itu yang tidak boleh karena kita masih di dalam bingkai NKRI. Saya pikir jika demo soal sejarah ya sejarah adalah sejarah tapi dari situ belajar untuk bangkit tingkatkan SDM dan bangun diri sendiri,” sarannya.
“Jika hanya berkutat masa lalu maka tidak akan sampai ke masa depan. Hanya berbicara disitu – situ saja. Jadi sebaiknya dipikirkan lagi, kapan bangkit sementara daerah lain makin berkembang,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Desakan ini disampaikan karena adanya dugaan penyimpangan penggunaan penyertaan modal yang nilainya mencapai sekitar Rp11…
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Achmad Fauzan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, bentrok bermula ketika…
Bupati FX Mote menyambut hangat kehadiran berbagai tamu penting, mulai dari Perwakilan Menteri HAM RI…
Reno merupakan anak kandung dari Ricardo Salampessy, yang notabene rekan coach Nova ketika menjadi pemain…
Bupati FX Mote menekankan pentingnya organisasi yang mau diatur. Ia mengingatkan bahwa kehidupan manusia diatur…
Plt Kepala Dinas DLH Kabupaten Jayawijaya Idawati Waromi Murib mengaku jika pasar merupakan pusat perekonomian…