Categories: BERITA UTAMA

Pengamat: Hindari Pemungutan Suara Ulang-ulang

Hal ini penting dilakukan untuk meminimalisir kerugian, serta meminimalisir persoalan PSU. Karena itu semua penyelenggara pemilu haru mengikuti pelatihan yang cukup. Supada para petugas ini dapat bekerja secara evesien serta menghindari masalah yang sebelumnya terjadi di Pilkada pada, 27 September 2024.

Menurutnya dengan banyak badan Ad Hoc atau penyelenggara pemilu ditingkat bawah harus memiliki kemapuan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan yang dapat mengakibatkan PSUU.

Tegasnya para penyelenggara ini diwajibkan untuk bekerja dikantor tidak dilakukan dari rumah apalagi di hotel. Karena para petugas ini direkrut karena kemampuan dan profesionalitasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan pihak penyelenggara harus memberikan pendidikan khusus bagi pemilih mengingat durasi waktu dari, 27 November 2024- 6 Agustus 2025 mendatang cukup panjang. Kondisi ini dapat menimbulkan partisipasi pemilih dalam mengikuti PSU cukup kurang. Untuk itu KPU harus bekerja keras untuk mengedukasi pemilih agar partisipasi dalam PSU meningkat.

“Kemudian pengelolaan data pemilih dengan baik, kita tahu data pemilih pada PSU ini masih mengunakan DPT Pilkada tahun lalu (2024), untuk itu harus diperhatikan dengan baik, mengingat dalam jangka waktu dari November itu ada pemilihan yang telah menjadi TNI-Polri dan lainnya,” terangnya.

Untuk diketahui PSU akan digelar di 2.023 TPS dengan 750.959 (2024) daftar pemilih tetap (DPT) yang terdiri dari 384.028 pemilih laki-laki dan 366.931 pemilih perempuan. Jumlah tersebut tersebar di 105 distrik, 993 kelurahan/desa di 9 kabupaten/kota di Provinsi Papua.

Untuk itu ia meminta KPU Papua harus transparan menyampaikan ke publik mengenai jumlah DPT saat ini, mengingat dalam jangka waktu yang cukup panjang tersebut dipastikan ada anggota pemilih yang telah menjadi TNI-POLRI dan lainnya. “Disini KPU sebagai penyelenggara harus transparan kepada publik,” pungkasnya. (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Staf Ahli DPRK Mimika Jadi Korban BegalStaf Ahli DPRK Mimika Jadi Korban Begal

Staf Ahli DPRK Mimika Jadi Korban Begal

Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras.…

11 hours ago

101 Siswa di Merauke Dinyatakan Tidak Lulus

Bupati menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari 23 SMA dengan jumlah peserta ujian 2.988 orang dan…

12 hours ago

Pemkab Merauke Ajukan Formasi Khusus Guru ke Kementrian PAN-RB

‘’Kita sudah menyurat ke Kementrian PAN RB untuk adanya formasi khusus guru di Kabupaten Merauke,’’…

13 hours ago

SDN Dunlop Sentani Sudah 17 Kali Dipalang, Pemkab dan Pemilik Tanah Sepakat Tempuh Jalur Hukum

Sengketa lahan SD Negeri Dunlop Sentani kembali memanas. Pemilik hak ulayat menuntut Pemerintah Kabupaten Jayapura…

14 hours ago

Sengketa Tanah di Kabupaten Jayapura Capai Ratusan Miliar

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DP2KP) Kabupaten Jayapura, Fredy Wally, mengungkapkan bahwa persoalan…

15 hours ago

Tolak Berikan Bensin Gratis, Pemilik Kios Jadi Korban Penikaman

Aksi kekerasan menimpa seorang pemilik kios berinisial YSE (35) di Jalan Poros SP 5, Distrik…

16 hours ago