

Ni Nyoman Sri Antari (FOTO:Robert Mboik Cepos)
JAYAPURA-Kepala dinas kesehatan kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari mengatakan jika para dokter spesialis itu benar benar menghentikan pelayananya di klinik rumah sakit pemerintah, maka ini akan berimbas kepada masyarakat.
“Jadi kami kami berharap sebenarnya persoalan ini diselesaikan dengan bijaksana. Karena keluhan-keluhan teman-teman memang sangat miris. Jasa medis, insentif mereka dulunya ada tetapi dihilangkan. Karena mereka punya jasa medis dan ada TPP. Sekarang TPP-nya hilang, jasa medisnya juga,” kata Ni Nyoman Sri Antari, Kamis (31/8).
Mengenai sejumlah dokter yang mengancam mogok itu sebenarnya itu juga manusiawi, karena sebagai manusia dokter juga butuh kesejahteraan. Mereka sudah pernah mendapatkan haknya seperti sebelumnya tapi sekarang sudah tidak, ini tentu cukup berat bagi dokter. Sehingga pemerintah perlu memikirkan hal ini juga.
“Mereka sempat sampaikan kalau tetap tidak diperhatikan di rumah sakit pemerintah, mereka ancam akan cabut ijin praktek, mereka akan bekerja seperti pegawai biasa. Saya tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi, karena mereka ini dokter spesialis,”pungkasnya.(fia/roy/wen).
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik…
Ya, mungkin dengan cara itu pria bernama Nawir ini bisa merasa tenang usai diterpa musibah.…
Kordinator Lapangan Aksi sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Uncen, Darki Uropmabin, memberikan klarifikasi bahwa…
Kapolres mengatakan, aktivitas masyarakat di Kota Agats telah kembali berjalan normal. Kegiatan perekonomian, pelayanan publik,…
”Dari 100 satwa itu, kami follow up-nya ada 7 orang utan kami sudah lepasliarkan di…
Gedung Putih meluncurkan stasiun televisi baru bernama "Trump TV". Hal ini setelah beberapa media televisi…