

Sebuah pohon kelapa ditebang dan ditumbangkan menutup salah satu bagian jalan sebelah kiri dari arah Jembatan Yotefa. Agustina Meraudje mengaku kecewa dengan janji pemerintah yang tak kunjung membayar lokasi yang diklaim telah bersertifikat tersebut.
JAYAPURA – Aksi pemalangan jalan Holtekam akhirnya kembali dilakukan Selasa (1/8) siang. Keluarga dari Agustina Meraudje merasa dipermainkan dan tak kunjung dibayarkan akhirnya memutuskan untuk kembali melakukan pemalangan.
Sebuah pohon kelapa ditebang dan ditumbangkan menutup salah satu bagian jalan sebelah kiri dari arah Jembatan Yotefa. Agustina Meraudje mengaku kecewa dengan janji pemerintah yang tak kunjung membayar lokasi yang diklaim telah bersertifikat tersebut.
Bahkan ia mengancam tidak akan membuka palang jika pemerintah tidak datang membayar.
“Datang dan taro (uang) di depan saya baru saya suruh cucu cucu mereka buka, ” kata Agustina kepada CeposOnline. Com.
Aparat yang disiagakan juga berusaha agar akses jalan hanya ditutup satu jalur dan meski ada upaya penutupan kedua jalur namun hingga siang ini hanya satu jalur yang ditutup sedangkan jalur lainnya masih bisa dilalui. (ade/wen)
Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…
Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…
Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…