Categories: BERITA UTAMA

14 Pemda Termasuk Pemprov Papua Belum Ajukan Pencairan Otsus Tahap II

Dana Desa di 19 Kampung di Nduga Belum Terealisasi

JAYAPURA-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Papua menyebut, masih ada 14 pemerintah daerah di Provinsi Papua termasuk Pemprov Papua yang belum mengajukan pencairan dana Otsus tahap II sebesar 45 persen.

Dari data yang ada, 16 Pemda yang sudah disalurkan yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Biak, Kepulauan Yapen, Paniai, Nabire, Puncak Jaya, Merauke, Sarmi, Keerom, Tolikara, Pegunungan Bintang, Waropen, Yahukimo, Dogiyai dan Intan Jaya.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua Burhani A.S menyampaikan, sesuai data pada aplikasi SIMTRADA dan OMSPAN, telah ada pencairan di bulan Juli 2022 dari 16 Pemda sebesar Rp 696,07 miliar.

“Dengan begitu, saat ini sudah ada realisasi 38,5% dari pagu dana Otsus sebesar Rp 8,187 triliun. Jadi total yang sudah cair dari rekening kas negara ke rekening kas daerah sebesar Rp 3,152 triliun,” kata Burhani saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (31/7).

Dikatakan, belum adanya pembayaran tahap kedua dari Kementrian Keuangan RI untuk beberapa Pemda tersebut karena tergantung usulan dari Pemda setempat termasuk kelengkapan persyaratannya.

“Kementrian Keuangan belum mencairkan dana Otsus tahap kedua bisa saja karena Pemdanya mungkin ada sebagian belum mengusulkan, atau sudah mengusulkan tapi misalnya persyaratannya belum lengkap atau sudah mengusulkan tapi sedang diverifikasi oleh teman-teman di DJPK,” jelas Burhani.

Lanjutnya menjelaskan, masing-masing Pemda bisa mengajukan ke Kementrian Keuangan untuk tahap kedua sebanyak 45 persen. Untuk pengajuan tahap kedua dana Otsus salah satu syaratnya adalah realisasi dari dana Otsus tahap pertama.

Disinggung realisasi Otsus dengan adanya 3 daerah DOB di Papua, Burhani menerangkan untuk Otsus di 3 wilayah DOB akan dibagi oleh pemerintah pusat sesuai dengan  formula yang ada.

“Tentu saja persentasenya dua setengah persen dari DAU nasional tidak berubah. Kalau provinsinya yang berubah berarti pembagianya yang berbeda. Mungkin dari Rp 8 triliun yang tadinya dibagi di dua provinsi akan dibagi di 5 provinsi di Papua,” paparnya.

Sementara itu, Burhani menyampaikan sebanyak 19 kampung di Kabupaten Nduga belum terealisasi dana desanya karena regulasinya belum turun.

Dikatakan, Kantor Wilayah DJPb Kementerian Keuangan Provinsi Papua sendiri usulkan tambahan waktu bagi 19 kampung di Kabupaten Nduga yang belum mengajukan permohonan pencairan dana desa.

Lanjut Burhani, pihaknya sudah menyampaikan usulan tersebut, tetapi belum mendapatkan respon resmi.“Nduga secara keseluruhan 88,25 persen dana desanya terealisasi, sementara untuk seluruh 28 Kabupaten/kota yang lain sudah 100 persen untuk tahap pertama baik reguler maupun BLT,” kata Burhani.

Menurut Burhani, belum terealisasinya dana desa di 19 kampung di Kabupaten Nduga salah satunya karena faktor keamanan di daerah tersebut. Selain itu, pengelola dana desa yang berganti.

“Penyebabnya antara lain faktor keamanan, faktor pengelola dana desa yang berganti dan pengelola dana desanya melainkan tinggal di lokasi pengungsian,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Korupsi Proyek Aerosport 

Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…

2 hours ago

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

3 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

4 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

5 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

7 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

8 hours ago