Dan terakhir meminta hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat sebagai penentu demokrasi. Kapolres menyampaikan bahwa aksi demo selesai jam 12 siang.
“Kami menjaga sampai jam 12 dan akhirnya bubar. Kami sayangkan juga sebab demonya tidak melihat waktu sebab ini hari besar dan seluruh dunia memperingati tapi mungkin masih ada yang belum bisa memaknai (soal Jumat Agung),” singgung Kapolres.
Disini Kapolres juga menyampaikan bahwa dari aksi ini banyak menimbulkan kecaman dan protes. “Tadi dari pihak gereja juga menyayangkan bahwa disaat semua focus menjalankan ibadah ternyata ada saja kelompok yang justru tidak beribadah dan malah melakukan aksi demo,” tambah Mackbon. (ade/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Nur Aulya dilaporkan hilang dari kediaman orang tuanya pada Minggu, 30 Maret 2025. Upaya pencarian…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kapolsek Jayapura Selatan AKP Muh.…
Menurut Alberth, penggabungan tersebut tidak sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa…
Penyelesaian kasus tersebut sebelumnya telah di mediasi oleh polres Jayawijaya, namun tak mendapatkan titik temu…
Menurut Oscar, MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni…
Kondisi ini mendorong Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama Wakil Wali Kota, Rustan Saru, mengambil…