Dan terakhir meminta hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat sebagai penentu demokrasi. Kapolres menyampaikan bahwa aksi demo selesai jam 12 siang.
“Kami menjaga sampai jam 12 dan akhirnya bubar. Kami sayangkan juga sebab demonya tidak melihat waktu sebab ini hari besar dan seluruh dunia memperingati tapi mungkin masih ada yang belum bisa memaknai (soal Jumat Agung),” singgung Kapolres.
Disini Kapolres juga menyampaikan bahwa dari aksi ini banyak menimbulkan kecaman dan protes. “Tadi dari pihak gereja juga menyayangkan bahwa disaat semua focus menjalankan ibadah ternyata ada saja kelompok yang justru tidak beribadah dan malah melakukan aksi demo,” tambah Mackbon. (ade/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Penegasan tersebut disampaikan menyusul diperpanjangnya masa tanggap darurat pascakebakaran selama tujuh hari, setelah sebelumnya…
Pembangunan Papua masih menghadapi persoalan yang saling berkaitan, mulai dari sulitnya membuka akses antarwilayah, belum…
Dalam kunjungan tersebut, Abisai menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jayapura bersama masyarakat menyambut baik kehadiran…
Populasi sejumlah satwa liar di Papua Selatan, termasuk kangguru Papua (Macropus agilis), disebut mengalami penurunan.…
Kepala Kejari Merauke Paris Manalu mengungkapkan, dalam laporan yang diterima pihaknya terdapat dugaan lima kegiatan…
Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pelaku AB…