“Pada Mei 2025, di acara Partai Golkar, Menteri Bahlil secara terbuka mengarahkan dukungan kepada Mari–Yo. Lalu pada Juni dan Juli, ia datang ke Sarmi, Yapen, Biak Numfor, dan Supiori membawa program listrik desa yang sebenarnya tugas PLN, tapi diambil alih olehnya,” ungkap Korneles.
Menurutnya, hingga kini pihaknya tidak menemukan adanya surat cuti dari Bahlil maupun Bupati Keerom. “Kami sudah laporkan ke Bawaslu RI,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Anggota Bawaslu Papua Yofrey Piryamta menyebut telah melakukan pembahasan dan kajian. Namun, hasilnya tidak ditemukan pelanggaran baik dari Menteri Bahlil maupun Bupati Keerom. Sidang akan kembali dilanjutkan pada Rabu 17 September. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kasatgas Preemtif Operasi Lilin Cartenz-2025, Kompol Sujono, mengatakan pada apel tersebut diikuti sekitar 200 personel…
Waicang bahkan dimainkan selama 74 menit saat menang 2-0 atas Persela Lamongan. Waicang tampil sangat…
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura, Jece Mano, mengatakan digitalisasi pembayaran retribusi…
Kadir, anggota Polsek Sota melaporkan kejadian dugaan orang hilang ini sambil menceritakan kronologi kejadian bahwa…
Angel Berta Kaize yang juga atlet bola volI pantai internasional itu menghembuskan napasnya yang terakhir…
Hasil ini juga menjadi pembuktian bagi Kahudi Wahyu yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih caretaker…