Dia mengatakan, terkait hal ini juga telah menjadi catatan pihak kepolisian dan kepolisian juga telah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah mana saja yang dianggap rawan terhadap penyelenggaraan pemilu 2024 ini. “Termasuk Moso di dalamnya,” singkatnya.
Dia menerangkan tekanan yang dilakukan masyarakat terhadap KPU Kota Jayapura itu terkait dengan adanya permintaan penambahan TPS, kemudian ada juga permintaan untuk memindahkan TPS, termasuk ada usulan untuk menambah pemilih.
Pihaknya menegaskan tidak akan menambah TPS, karena warga yang diminta untuk dimasukkan dalam data pemilih tetap itu bukan merupakan warga kota Jayapura. Sementara Pemilu kali ini, merupakan pemilih berbasis e-ktp. Sehingga siapa yang memiliki KTP kota Jayapura barulah, diperbolehkan untuk memilih atau mengambil bagian dalam proses demokrasi 5 tahunan itu. (roy/wen)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, dalam pertemuan bersama warga (ruang pablik) menjelaskan bahwa pembayaran…
Karena itu, mereka memutuskan untuk membuat hutan sendiri. Tahun 2000 menjadi titik awal perjalanan. Bermodalkan…
Bagaimana tidak, dalam keadaan mabuk ia menggunakan pisau berupaya menikam seorang pemuda berinisial DP yang…
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Papua, Izharul mengatakan, lonjakan penerimaan tersebut terutama ditopang oleh…
Mereka menuntut agar tahanan dari kelompok Dang yang sebelumnya ditangkap oleh aparat keamanan segera dibebaskan…
Menurutnya, posisi strategis Papua yang kaya akan keindahan alam, budaya, dan destinasi wisata kelas dunia…