Categories: PATROLI

Hari Kesadaran Nasional Harus Jadi Alarm Moral

JAYAPURA–Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Papua dan Polresta Jayapura Kota menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional sebagai bentuk pembinaan tradisi dan penguatan nilai-nilai pengabdian anggota Polri, yang dilaksanakan di tempat masing-masing, pada Senin (19/1).

Untuk tingkat Polda Papua, upacara dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Faizal Ramadhani di Lapangan Apel Mapolda Papua. Sementara itu, di tingkat kewilayahan, Upacara Hari Kesadaran Nasional Polresta Jayapura Kota dipimpin oleh Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen.

Dalam amanatnya, Wakapolda Papua Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan bahwa Hari Kesadaran Nasional bukanlah sekadar kegiatan seremonial rutin bulanan, melainkan momentum strategis untuk menumbuhkan kesadaran moral, hukum, serta tanggung jawab profesi sebagai anggota Polri.

Menurutnya, upacara ini harus dimaknai sebagai sarana evaluasi diri bagi setiap personel dalam mengimplementasikan nilai-nilai disiplin, loyalitas, dan integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Sebagai insan Bhayangkara, kita dituntut untuk terus meningkatkan profesionalitas, etika kepolisian, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat, terlebih di tengah dinamika dan tantangan tugas yang semakin kompleks,” tegas Brigjen Pol Faizal Ramadhani di hadapan personel Polda Papua.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjunjung tinggi aturan, menjaga sikap dan perilaku, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri melalui kinerja yang nyata dan berintegritas.

Penegasan serupa disampaikan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen saat memimpin upacara di Mapolresta Jayapura Kota. Ia menekankan bahwa Hari Kesadaran Nasional harus menjadi alarm moral bagi setiap anggota Polri untuk terus menjaga disiplin, integritas, dan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Upacara ini bukan sekadar rutinitas bulanan. Ini adalah alarm kesadaran kita sebagai Prajurit Bhayangkara. Seragam yang kita kenakan adalah simbol kepercayaan negara dan masyarakat, dan kepercayaan itu harus dibayar dengan kinerja nyata, bukan sekadar formalitas,” tegas Kombes Fredrickus. (tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Tiap Kampung Adat Punya Ciri Khas, Tidak Bisa Dijual Sembarangan

Sesekali, ketika lelah menyapa, beberapa mama berdiri, menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik, tawa pecah seketika.…

59 minutes ago

Kantor Dipalang, Pelayanan Dialihkan ke Rumah Pribadi

Kantor Distrik Sentani kembali dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Kamis (23/4). Aksi…

3 hours ago

Berharap Ada Anak Selatan Papua Masuk Pembinaan Timnas Futsal

Seleksi dilakukan langsung Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra Indonesia Hector Souto. Pelatih asal Spayol ini…

4 hours ago

BBPJN Tangani Longsor di Ruas Jalan Trans Papua Segmen Yetti-Mamberamo

Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Balai Jalan (PJN) Wilayah II pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional…

5 hours ago

KONI Audiens denan Gubernur Papsel Bahas Persiapan Pra-PON

Audiensi tersebut untuk membahas persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) sekaligus menyampaikan laporan persiapan…

6 hours ago

Respon Cepost Polres Jayapura Bongkar Pemalangan

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Jayapura Iptu Slamet…

7 hours ago