Categories: PARIWARA

Universitas Ottow Geissler Papua Siap Go Internasional

JAYAPURA-Bertempat di Rektorat Universitas Ottow Geissler Papua, Jumat 28 Juli 2023 telah dilantik Tim Percepatan Universitas Ottow Geissler Papua (UOGP) yang diketuai oleh Laus Rumayom Akademisi Universitas Cenderawasih.

Laus Rumayom juga menjabat sebagai Staf Ahli dari Kantor Staf Kepresidenan dan Pendiri Analisis Papua Strategis & APS Center for Development and Global Studies.

Pada acara pelantikan tersebut Rektor Universitas Ottow Geissler Papua Dr Jerry Sawai, M.Si sangat berterimakasih kepada Tim Pecepatan yang baru dilantik untuk bekerja dan saling berkolaborasi mendukung Pembangunan di Universitas Ottow Geissler Papua.

Sawai menyampaikan bahwa ada prioritas utama yang menjadi Fokus Utama Tim Percepatan, yaitu Pembangunan Fisik Gedung Rektorat Baru dan Gedung-Gedung pendukung lainnya dan juga program Non Fisik, yang mendukung kelancaran pengembangan Kampus UOGP ke depan.

Selaku Ketua Tim Percepatan Kampus Laus Rumayom menyampaikan banyak terima kasih kepada Rektor UOGP bersama Civitas Akademika yang telah mendorong suatu terobosan baru agar para Profesional Kristen bisa terlibat dalam memberikan dukungan terhadap upaya-upaya pengembangan universitas.

Laus menyampaikan bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi indikator utama dalam melihat kemajuan UOGP yaitu, Penelitian, Pengajaran dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Namun UOGP juga harus bisa merespon tuntutan Global yaitu bagaimana Universitas Bisa Beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

“Papua berada pada kerangka Otonomi Khusus (Otsus) sehingga harus ada hal-hal khusus yang harus dirumuskan dalam kerangka Otsus.” ungkapnya.

Selain itu juga Dengan adanya Pemekaran Provinsi baru membutuhkan kesiapan SDM yang tentunya secara realita masih jauh daripada harapan untuk mengisi Sumber Daya Manusia di daerah Otonomi Baru.

Di saat yang sama Papua diperhadapkan dengan tuntutan Negara dimana setiap daerah di Papua harus memiliki Rencana Induk Pembangunan Papua (RIPP) yang merupakan Prioritas 20 (duapuluh) tahun kedepan dengan merujuk kepada UU No.2 sebagai Otsus lanjutan dari UU 21, sehingga Universitas Ottow Geissler yang merupakan Simbol Peradaban Papua.

Motivasi Utama dari Terbentuknya Tim Kerja Percepatan Pengembangan UOGP adalah menemukan Kembali spirit Universitas UOGP Sebagai “Bapa Peradaban”.

Pihaknya berharap Bapak Presiden, Setwapres, juga bersama Menteri Pendidikan dan juga LLDIKTI harus bisa melihat UOGP dari satu Kacamata yang berbeda. “Kita tidak bisa samakan UOGP dengan Universitas lain.” ujarnya.

UOGP akan maju selangkah lagi dengan lompatan baru dan juga maju dengan pendekatan baru. UOGP memiliki Ciri Khas yaitu secara spiritual tetapi juga mempunyai pengelaman sejarah yang harus dilindungi, Harus ada Museum Ottow Geissler dan Patung Ottow Geissler di Kampus.

“Hari ini kita berada pada era Globalisasi, kita berada pada fase Kampus Merdeka, Kita Berada Pada Kesiapan Indonesia Menuju tahun Emas di 2045 maka lompatan-lompatan yang akan dilakukan oleh UOGP adalah wajar dilakukan. ” bebernya.

Selain itu tentunya UOGP harus memiliki “Pola Ilmiah Pokok” yaitu UOGP harus memiliki pengelaman mendampingi pembangunan di Papua dari pengelaman Penginjilan yang dibangun Oleh Ottow dan Geissler.

Oleh Karena itu pendekatan Budaya, Teologis, Sosiologis harus dikembangkan sebagai Pola Ilmiah Pokok , sehingga Mahasiwa yang berkuliah di UOGP akan mandapat nilai plus. UOGP harus siap menyambut Indonesia Emas 2045 sebagai Negara yang bergerak ke Negara Maju.

“Selain itu secara Global kita diperhadapkan juga dengan Krisis Lingkungan Hidup dan juga Krisis atau Perubahan Energy dari Energi Fosil ke Energi Terbarukan. Papua ditetapkan sebagai Paru-Paru Dunia dengan hutan Tropis yang luas, selain Itu dengan posisi Papua yang berada di Indo Pasifik sehingga UOGP harus bisa dipersiapkan sebagai Universitas Terbaik yang juga berperan penting mempersiapkan Sumber Daya Manusia dalam rangka mempersiapakan Masyarakat Papua menghadapi tantangan Global dan UOGP diharapkan bisa beradaptasi dengan tantangan Global yang ada” tegas Rumayom. (*/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KOTAUNCEN

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

10 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

11 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

12 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

13 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

14 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

14 hours ago