

Bupati Yahukimo Didimus Yahuli dan wakilnya, Esau Miram saat melintas menuju istana Negara untuk melakukan pelantikan, Kamis (20/2)
JAKARTA – Usai pelantikan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati dan walikota, wakil walikota di Istana Negara pada Kamis (20/2), ratusan kepala daerah terpilih langsung menuju Magelang untuk mempersiapkan agenda reatret. Hanya ada hal yang menarik dilakukan Bupati Yahukimo Didimus Yahuli dan Wakilnya, Esau Miram.
Keduanya memilih menggelar ibadah syukur bersama kelompok kecil yang ada di Jakarta. Kelompok yang selama ini terus mensuport kerja-kerja politik keduanya. Ibadah ini juga dihadiri perwakilan Partai Hanura, Partai Umat dan Perindo, anggota DPR RI, DPD dan juga anggota DPRD termasuk tim koalisi. Ada juga mantan Dandim Yahukimo, Kol Inf Tethool dan sejumlah pendeta dan mahasiswa.
Disini Didimus juga menceritakan tentang sosok yang dianggap berkontribusi dalam upayanya membangun Yahukimo. Salah satu yang disebut adalah Frans Sisir maupun mantan Dandim, Kol Inf Tethool. Frans Sisir dianggap sosok yang terus mendampingi almarhum Gubernur Lukas Enembe saat sakit hingga meninggal.
“Saya pikir kalau saya cepat-cepat ke Magelang kemudian Tuhan tersinggung itu setengah mati untuk membujuk. Mending istri atau anak yang tersinggung itu lebih mudah. Tapi kalau Tuhan sudah tersinggung itu lebih sulit jadi saya pikir lebih baik menghormati Tuhan saja dulu baru saya ke berangkat lagi,” kata Didimus di Hotel Borobudur, Jakarta siang kemarin. Dan lokasi ibadah di Hotel Borobudur juga dianggap sebagai rencana Tuhan dimana hotel ini merupakan hotel bersejarah.
“Periode lalu kami dilantik oleh almarhum Klemen Tinal mewakili Mendagri dan periode kedua kami dilantik oleh presiden di istana Negara. Tuhan membawa kami dari satu langkah ke langkah yang lain jadi saya pikir sebaiknya ucap syukur dulu jangan sampai tersinggung,” paparnya.
Ia juga tak mau senior malu karena berbuat salah. Ia menganggap semua patut dijaga agar nama Tuhan selalu dimuliakan dan menjadi berkat.
Didimus menyatakan semua yang ada di dalam ruangan adalah saksi sejarah yang sudah melakukan banyak hal dimana ia menyampaikan terimakasih kepada tim pemenangan, tim koalisi, TNI, Polri, kelompok pemuda, gembala, penginjil, kaum ibu, mahasiswa dan semua yang sudah mendukung ia dan Esau dengan doa, menjaga Yahukimo dengan baik.
“Sehingga setelah dilantik kami bukan lagi milik partai pendukung bupati Didimus dan Esau tapi menjadi bapak untuk seluruh masyarakat Yahukimo. Lima tahun ke depan kami akan terus melayani,” tegasnya.
Page: 1 2
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…
Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…
Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…
Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…