

Pemeriksaan surat bebas Covid -19 yang dilakukan di Terminal Kedatangan Bandara Wamena, beberapa waktu lalu. Menyikapi tingginya kasus baru di Jayawijaya, maka Pemkab akan mengambil kebijakan, di mana setiap orang yang masuk ke Jayawijaya melalui penerbangan wajib perlihatkan hasil PCR. (foto: Denny/ Cepos)
WAMENA—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya memastikan akan menerapkan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi penumpang yang ingin masuk ke Wamena melalui penerbangan dan tidak lagi mengakomodir pemeriksaan Swab Antigen yang selama ini digunakan.
Hal ini dilakukan untuk menekan pennyebaran Covid -19 di Jayawijaya. Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan, untuk mencegah penularan Covid -19 ini, dalam waktu dekat akan kembali pada aturan yang pernah diambil sebelumnya yakni, bagi penumpang yang ingin ke Wamena, harus memperlihatkan pemeriksaan PCR.
“Kita lihat penularan yang terjadi, awalnya dari pemeriksaan antigen yang tidak bisa untuk mendeteksi Covid-19, sehingga kita terapkan lagi, yang masuk ke Jayawijaya harus pemeriksaan PCR,”ungkapnya, Senin, (14/2) kemarin.
Pihaknya akan segera mengundang tim Satgas Percepatan Penanganan Covid -19 dan Forkopimda Jayayawijaya untuk membahas maslah ini, mengingat angka Covid di Jayawijaya terus meningkat secara signifikan.
Kebetulan untuk Jayawijaya telah direkomendasikan dari pemerintah pusat untuk Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PPKM) Level III.
“ Kita akan memberlakukan pemeriksaan PCR ini setelah rapat dengan Forkopimda dan aviasi penerbangan yang beroperasi di Jayawijaya,”jelas bupati.
Ia menyatakan, banyaknya pasien saat ini, pemerintah telah mendapatkan edaran dari kementrian kesehatan bagi pasien Covid -19 yang tidak bergejala bisa dilakukan isolasi mandiri di rumah, sementara yang bergejala akan masuk pada ruangan yang sudah disediakan di RSUD Wamena.
“Ini yang akan kita lihat, khususnya bagi pasien yang melakukan Isoman, kalau benar —benar disiplin menjalankan itu, kami akan pertahankan kebijakan itu, tapi kalau tidak disiplin atau masih keluar rumah, maka kita akan kembali siapkan tempat karantina untuk memasukan mereka ke sana,”tegas Jhon Banua.
Ia mengakui, yang positif covid Varian Omicron baru 1 yang diumumkan, namun kalau melihat penularan yang begitu cepat, maka ini dapat dikatakan Varian Omicron dan mengarah ke sana.(jo/tho)
Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…
Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kebakaran tersebut yang…
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan satu…