Sementara itu, Laorens Wantik berharap metode pendidikan tersebut dapat diterapkan di Tanah Papua, sehingga menjadi modal untuk masyarakat setempat. “Dengan begitu, ke depan masyarakat bisa memperkuat modal budaya dan juga filosofi daerah setempat,” kata Laorens yang juga merupakan Kepala Bidang Pendidikan Khusus Provinsi Papua.
Adapun sidang ujian terbuka (promosi) yang dilaksanakan Senin (9/6) lalu dihadiri 10 penguji dari berbagai disiplin ilmu. Sidang tersebut dipimpin oleh Pembantu Rektor Satu Universitas Cenderawasih, didampingi Direktur Pascasarjana Universitas Cenderawasih, para promotor yakni Prof. Dr. Drs. Bambang Shergi Laksmono M.Sc selaku promotor dari Departemen Sosial Universitas Indonesia.
Kemudian Prof. Dr. Drs. Avelinus Lefaan, MS selaku ko-promotor satu dari Universitas Cenderawasih Jurusan Sosiologi, Prof. Dr. Dra. Onnie Lumintang, M. Hum selaku ko-promotor dua dari Universitas Cenderawasih Jurusan Sosiologi dan Penguji Eksternal yang berasal dari luar Universitas Cenderawasih yakni DR. James Modouw M.MT.
Kebaruan penelitian (novelty) dari disertasi Laorens Wantik adalah pendidikan kejuruan alternatif mampu menyatukan kebutuhan pendidikan kelompok masyarakat komunal dan liminal (transisi) yang berorientasi kepada modal budaya atau filosofi lokal atau kearifan lokal.
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…
Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…
Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…
Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari, mereka datang dengan…
Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…
Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…