Pada kasus di Kampung Kimbim, filosofi masyarakat lokal WENE (cialog atau masalah), WEN (pertanian), WAM (peternakan) sebagai modal budaya material dan non material. Lalu melalui sekolah, lahirlah modal budaya institusional (lembaga).
Pada kasus di Kampung Kimbim, filosofi masyarakat lokal WENE (dialog/masalah), WEN (pertanian), WAM (peternakan) sebagai modal budaya material dan non material. Lalu melalui sekolah, lahirlah modal budaya institusional (lembaga).
Selanjutnya, pada masyarakat komunal (tradisional) sudah pasti memenuhi unsur-unsur solidaritas mekanis seperti pada teori Emile Durkheim. Sementara pada masyarakat liminal tidak sepenuhnya memenuhi unsur-unsur solidaritas mekanis, tetapi juga tidak sepenuhnya menganut unsur-unsur solidaritas organis, melainkan ditemukan adanya kesadaran campuran secara kolektif dan individual dengan refleksi keterlibatan mereka di dalam pendidikan.
Sehingga kelompok liminal ini terbentuk solidaritas baru yaitu solidaritas reflektif atau transisi yang bertolak dari Teori Strukturisasi Atnhoni Giddens. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melancarkan operasi senyap dengan menggerebek sebuah pabrik rumahan…
‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…
Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…
‘’Untuk anak tidak sekolah ini, kita dorong melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten,…
Mathius mengatakan, kerja bakti ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap aset kebanggaan masyarakat Papua. "Oleh…