Pada kasus di Kampung Kimbim, filosofi masyarakat lokal WENE (cialog atau masalah), WEN (pertanian), WAM (peternakan) sebagai modal budaya material dan non material. Lalu melalui sekolah, lahirlah modal budaya institusional (lembaga).
Pada kasus di Kampung Kimbim, filosofi masyarakat lokal WENE (dialog/masalah), WEN (pertanian), WAM (peternakan) sebagai modal budaya material dan non material. Lalu melalui sekolah, lahirlah modal budaya institusional (lembaga).
Selanjutnya, pada masyarakat komunal (tradisional) sudah pasti memenuhi unsur-unsur solidaritas mekanis seperti pada teori Emile Durkheim. Sementara pada masyarakat liminal tidak sepenuhnya memenuhi unsur-unsur solidaritas mekanis, tetapi juga tidak sepenuhnya menganut unsur-unsur solidaritas organis, melainkan ditemukan adanya kesadaran campuran secara kolektif dan individual dengan refleksi keterlibatan mereka di dalam pendidikan.
Sehingga kelompok liminal ini terbentuk solidaritas baru yaitu solidaritas reflektif atau transisi yang bertolak dari Teori Strukturisasi Atnhoni Giddens. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…
SMAN 4 Jayapura mulai mempersiapkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027…