Pada kasus di Kampung Kimbim, filosofi masyarakat lokal WENE (cialog atau masalah), WEN (pertanian), WAM (peternakan) sebagai modal budaya material dan non material. Lalu melalui sekolah, lahirlah modal budaya institusional (lembaga).
Pada kasus di Kampung Kimbim, filosofi masyarakat lokal WENE (dialog/masalah), WEN (pertanian), WAM (peternakan) sebagai modal budaya material dan non material. Lalu melalui sekolah, lahirlah modal budaya institusional (lembaga).
Selanjutnya, pada masyarakat komunal (tradisional) sudah pasti memenuhi unsur-unsur solidaritas mekanis seperti pada teori Emile Durkheim. Sementara pada masyarakat liminal tidak sepenuhnya memenuhi unsur-unsur solidaritas mekanis, tetapi juga tidak sepenuhnya menganut unsur-unsur solidaritas organis, melainkan ditemukan adanya kesadaran campuran secara kolektif dan individual dengan refleksi keterlibatan mereka di dalam pendidikan.
Sehingga kelompok liminal ini terbentuk solidaritas baru yaitu solidaritas reflektif atau transisi yang bertolak dari Teori Strukturisasi Atnhoni Giddens. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Mathius, salah satu kebutuhan yang cukup mendesak bagi warga saat ini adalah bahan…
Kepala Dinas Kesehatan Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahangiar mengatakan dokter spesialis yang disiapkan antara…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan pada hari terakhir…
Menanggapi lonjakan angka kasus tersebut, Dinas Kesehatan meluncurkan serangkaian inovasi programatik untuk memutus rantai penularan.…
Penertiban yang dijalankan oleh tim gabungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop)…
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika mencatat kenaikan signifikan pada penerimaan retribusi di Pasar…