Categories: PARIWARA

Potensi Menjanjikan Namun Masih Jauh dari Kata Sejahtera

JAYAPURA – Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Aristoteles Ap mengungkapkan bahwa satu potensi sumber daya alam yang menjanjikan di Papua adalah hasil hutan. Tidak hanya berbicara soal potensi kayu namun bisa juga jasa lingkungan. Kayu di hutan Papua rasanya tak habis dan seharusnya bisa memberi dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat khususnya orang asli Papua.

Dari kekayaan yang dimiliki seharusnya masyarakat asli Papua bisa lebih sejahtera. Namun kenyataannya terbalik. Masih jauh dari kata sejahtera. Ini kata Ap menjadi satu tanggungjawab moril bagi aparatur pemerintahan baik dinas maupun lembaga dan organisasi pengusaha kayu yang ada di Papua.

Namun ia tak menampik jika semua memiliki kolerasi yang berkaitan dengan kewenangan. Tak semua dihandle oleh pemerintah provinsi melainkan banyak kewenangan yang diambil alih pusat. “Ini juga menjadi dinamika yang masih terjadi saat ini, soal kewenangan,” kata Aristoteles dalam workshop penyusunan Rencana Pemenuhan Bahan Baku Pengolahan Hasil Hutan (RPBBPHH) atau Perizinan Berusaha Pengolahan Hasil Hutan (PBPHH) di Hotel Horison Kotaraja, Rabu (5/11)

Kata Ap, menurut orang Papua, potensi alam yang ada di Papua itu sebagai kekayaan alam Papua. Kemudian pemerintah menganggap sebagai potensi daerah. Lalu MRP mengatakan hutan Papua untuk Papua sedangkan aturan nasional hutan Papua untuk Indonesia sedangkan orang luar negeri menyebut hutan Papua untuk dunia. “Saya pikir kita semua berkewajiban mengelola hasil hutan untuk kesejahteraan orang Papua. Ending dari semua ini adalah kesejahteraan tapi hutan tetap lestari,” jelasnya.

Soal kewenangan ikut memberi dampak. Dahulu Pemprov Papua diberi banyak kewenangan tapi kini dibagi, ada yang ditangani pusat dan ada yang ditangani bersama. “Tapi itu jangan dijadikan alasan untuk tidak bekerja maksimal. Boleh bekerja mencari keuntungan tapi harus berfikir jangka panjang yang punya hati melihat ada pemilik negeri.

“Usaha kehutanan harus bisa berkontribusi bagi kehidupan orang Papua. Ada secara langsung dengan melibatkan dalam bekerja namun ada juga yang tidak langsung lewat membayar PNBP (Penerimaan Negera Bukan Pajak),” tambah Ap. “Kalau melakukan kegiatan jujur di lapangan kami berharap kontribusi untuk negara juga lancar. berapa banyak hutan kayu yang keluar itu bisa dibayar secara adil,” harapnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Kosmetik Ilegal Hingga Dapur MBG Jadi Sorotan BPOM

  Kepala BBPOM Jayapura, Herianto Baan menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil bukan semata-mata untuk…

3 hours ago

Kelebihan Penyaluran Dana Kampung Dikembalikan Sesuai Aturan

  Abisai menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas kelebihan salur dana kampung yang bersumber…

3 hours ago

Pertahankan Juara Umum, Wali Kota Apresiasi Kafilah MTQ Kota Jayapura

   Ketua Kafilah MTQ Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan proses pembinaan peserta dilakukan secara berjenjang…

4 hours ago

Tuntas Jalankan Tugas, 900 Personel Satgas Pamtas RI -PNG Dikembalikan

Pemulangan personil Satgas Pamtas RI-PNG dari Yonif 711/RKS Palu dan Yonif 743/PSY  Kupang menggunakan KRI…

5 hours ago

Gaji Mulai Rp47 Juta Hingga Rp110 Juta, Harusnya Diikuti Tanggung Jawab Etis dan Moral

  Menjawab dahaga panjang reformasi peradilan tersebut, pemerintah secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor…

6 hours ago

Andri Siap Tebus “Hutang”

Menurut Andri, pelatih sebelumnya Rahmad Darmawan tampil cukup baik musim lalu. Mengantarkan Persipura hingga babak…

7 hours ago