“Kita buat satu komitmen dan melakukan penandatangan prasasti bahwa kita tidak lakukan lagi penyampaian bahasa rasisme yang terjadi kali ini ke depan tidak akan terjadi lagi , dan kita melakukan pembangunan di Kabupaten Yalimo ini kita bersama –sama baik itu orang Papua maupun Nusantara yang hidup di Kabupaten Yalimo untuk membangun Kabupaten Yalimo,” ungkapnya.
Dengan demikian diharapkan kepada para ASN OAP maupun teman-teman nusantara yang mengungsi keluar dari Kabupaten Yalimo mohon kembali ke Kabupaten Yalimo dalam melaksanakan aktivitas sebagai ASN di Kabupaten Yalimo dan juga masyarakat nusantara untuk melakukan aktifitas sehari-hari.
Dikatakan, dalam melaksanakan ibadah pemulihan daerah ini bersama dan hari Jumat tanggal 3 Oktober itu merupakan hari perdamaian buat komitmen bersama dan melakukan penandatanganan prasasti dan buat kesepakatan bersama tolak rasisme dan jadi satu untuk membangun Kabupaten Yalimo menjadi lebih baik. (humas)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas, menilai pembatasan akses terhadap rekening nasabah, termasuk dalam…
Melalui akun media sosial pribadinya, Mahfud melontarkan pandangan bernada heran namun tetap terbuka terhadap inovasi…
Penyidik Polres Merauke menetapkan MR (31), ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap…
Ketua Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., CT., CMP,…
- Angka kemiskinan di Kota Jayapura mengalami peningkatan menjadi 12,03 persen pada 2025. Kondisi tersebut…
–DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua memastikan pengelolaan Dana Cadangan senilai Rp134,02 miliar dilakukan secara…