“Kita buat satu komitmen dan melakukan penandatangan prasasti bahwa kita tidak lakukan lagi penyampaian bahasa rasisme yang terjadi kali ini ke depan tidak akan terjadi lagi , dan kita melakukan pembangunan di Kabupaten Yalimo ini kita bersama –sama baik itu orang Papua maupun Nusantara yang hidup di Kabupaten Yalimo untuk membangun Kabupaten Yalimo,” ungkapnya.
Dengan demikian diharapkan kepada para ASN OAP maupun teman-teman nusantara yang mengungsi keluar dari Kabupaten Yalimo mohon kembali ke Kabupaten Yalimo dalam melaksanakan aktivitas sebagai ASN di Kabupaten Yalimo dan juga masyarakat nusantara untuk melakukan aktifitas sehari-hari.
Dikatakan, dalam melaksanakan ibadah pemulihan daerah ini bersama dan hari Jumat tanggal 3 Oktober itu merupakan hari perdamaian buat komitmen bersama dan melakukan penandatanganan prasasti dan buat kesepakatan bersama tolak rasisme dan jadi satu untuk membangun Kabupaten Yalimo menjadi lebih baik. (humas)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bergerak mandiri secara swadaya dengan tim inti tiga orang dan dibantu enam relawan, mereka rajin…
Budi menerangkan, daging sapi justru terbukti memiliki kandungan lemak jenuh lebih tinggi dibanding kambing. Ia…
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, KPK sangat berhati-hati dalam mengadopsi aturan baru agar tidak menimbulkan…
“Coba tanya Mensesneg, tapi rasanya beliau kurban sendiri,” lanjutnya. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membagikan sebanyak…
Menyambut musim Ibadah haji atau Hari Raya Iduladha, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan pesannya,…
Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…