Categories: PAPUA TENGAH

Kota Jayapura Dinilai Sebagai Penyelenggara Pemilu Terburuk di Papua

Temuan lainnya, di Tolikara, Kabupaten Jayawijaya pelaksanaan pemungutan suara tanpa pengamanan aparat TNI-Polri karena jangkauan akses yang sulit hingga pembakaran kotak dan surat suara di Paniai.

Komnas HAM juga menemukan adanya penurunan jumlah DPT di Kota Jayapura. Pada Pemilu Serentak 2024 jumlah DPT sebanyak 258.082 orang. Sedangkan pada Pemilu Serentak 2019 jumlah DPT sebanyak 300.752 orang, terdapat selisih penurunan DPT adalah sebanyak 42.670 orang.

”Hal ini disebabkan karena adanya verifikasi ulang data kependudukan Kota Jayapura oleh Dirjendukcapil,” kata Melki.

Adapun penurunan jumlah DPT tersebut berimbas pada pengurangan jumlah TPS. Dimana jumlah TPS pada Pemilu Serentak 2019 adalah sebanyak 1.262, sedangkan jumlah TPS pada Pemilu Serentak 2024 adalah sebanyak 940.

”Selisih jumlah pengurangan TPS adalah sebanyak 322. Akibat lanjutannya berpengaruh pada komposisi keanggotaan DPR kota yakni dari kuota 40 berkurang menjadi 35,” ujarnya.

Komnas HAM juga masih menemukan distribusi logistik tidak maksimal, bahkan sampai tanggal 13 subuh masih dilakukan distribusi ke TPS. Bahkan ditemukan penggunaan sistem ikat suara di TPS 11 Kelurahan Tanjung Ria.

Juga proses pleno rekapitulasi suara di tingkat distrik hingga KPU sangat lamban dan terkesan diulur-ulur. Di sisi lain, Panwas distrik dan Bawaslu kota belum melakukan pengawasan secara maksimal terutama pada setiap potensi pelanggaran pemilu.

Berdasarkan temuan itu, Komnas HAM RI Perwakilan Papua menyampaikan rekomendasi yaitu meminta KPU Papua mengevaluasi kinerja KPUD kota/kabupaten dan bersama-sama merumuskan ulang sistem tata kelola dan mekanisme pemutahiran data pemilih yang mengakomodir hak pilih kelompok marginal-rentan.

Meminta Pemda Provinsi Papua melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bekerja sama dengan dinas-dinas terkait di tingkat kabupaten/kota agar menyediakan dan menyajikan sistem data kependudukan yang akurat kepada KPUD Kota Jayapura sebagai dasar penyusunan dan penetapan data pemilih termasuk di dalamnya berkoordinasi dengan intansi teknis terkait lainnya untuk pemetaan data dan persebaran kelompok marginal-rentan di Provinsi Papua.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kebakaran Hanguskan Dapur dan Gudang Panti Asuhan Putri KerahimanKebakaran Hanguskan Dapur dan Gudang Panti Asuhan Putri Kerahiman

Kebakaran Hanguskan Dapur dan Gudang Panti Asuhan Putri Kerahiman

Suster Yosephin Temelap mengatakan, api muncul dengan cepat diduga dari area dapur. Saat itu aktivitas…

12 hours ago

Surplus Produksi Telur Papua Perkuat Pasokan Dapur MBG

Pemerintah Provinsi Papua menyatakan produksi telur ayam di empat kabupaten kini telah melampaui kebutuhan harian…

13 hours ago

Pengunjung Kurang, Pendapatan Pengelola Pantai Hamadi Merosot

   Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit…

14 hours ago

Uskup dan Ordo Sepakati Anggaran Dasar Unika Fajar Timur Papua

  Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., Uskup…

15 hours ago

Festival Port Numbay 2026 Promosikan Potensi Kampung Wisata

   Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan Festival Port…

16 hours ago

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Pemkot Perkuat Legalitas dan Manajemen

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM)…

17 hours ago