Categories: PAPUA TENGAH

Pelaksanaan UN SMA/SMK Melalui  3 Cara

Christian Sohilait, ST, M.Si ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

JAYAPURA – Menyambut Ujian Nasional di tengah pandemi Covid-19, Dinas  Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua mengakui pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2021 ini di tingkat SMK dan SMA di Papua akan dilakukan secara daring, luring dan portofolio.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait mengatakan,  di tahun 2021 yang mana aktivitas dunia pendidikan masih dipengaruhi oleh pandemi Covid-19, pemerintah telah mengambil kebijakan meniadakan Ujian Nasional (UN) dan hanya dilakukan  Ujian Sekolah (US) saja.

“Sistem ujian akan dilakukan dengan tiga metode yaitu daring, luring dan portofolio, yang mana sistem ini disesuaikan dengan kondisi yang ada di setiap daerah di Papua,”ujar Christian kepada Cenderawasih Pos, melalui telepon, Selasa (23/3) kemarin.

Diakuinya, khusus untuk ujian SMA/SMK dan yang sederajat, sebanyak 30.165 siswa yang mengikuti ujian, dimana jumlah tersebut terdiri dari 122 terdapat pada 9 SLB, 20.500 peserta ujian berada di 124 SMA, dan sisanya merupakan peserta ujian dari 190 SMK se Papua.

Menurutnya, para peserta ujian ini akan disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Jika kondisi sekolah di tengah kota dan jaringan internetnya bagus, ujian bisa dilakukan dengan sistem daring.

Namun bagi daerah yang sulit akses jaringan inyernetnya akan menggunakan sistem luring. Sementara yang daerahnya sama sekali tidak bisa menggunakan akses daring dan luring karena letaknya sulit dijangkau dan jaringan internetnya tidak ada,  maka akan dilaksanakan dengan  sistem portofolio.

“Sistem portofolio yaitu guru masing-masing akan menggunakan nilai siswa yang sudah diberikan sebelumnya. Selain itu juga  ditambah dengan tugas-tugas yang telah diberikan serta  ditambah dengan penilaian sikap dan perilaku dari siswa,” tambahnya.

Penggabungan semua nilai tersebut yang akan dipakai guru untuk memberikan nilai ujian.  Akan tetapi jika siswa tersebut bisa mengikuti ujian, maka ujian tetap akan dilaksanakan.

“Sedangkan bagi wilayah perkotaan dengan akses internet memadai namun siswa tidak memiliki kendala maka akan mengikuti ujian dengan datang ke sekolah,”ujarnya.

Segala upaya pihaknya lakukan agar siswa dapat mengikuti ujian sekolah dengan baik. Dari pantauan di lapangan, untuk jenjang SMK, beberapa sekolah sudah melaksanakan ujian dan praktek sejak minggu lalu, sedangkan jenjang SMA, beberapa sekolah sudah melaksanakan namun ada juga yang baru melaksanakan pada pekan ini.

“Saya sudah instruksikan ke Kabid-Kabid agar memantau semua pelaksanaan ujian nasional di 29 kabupaten/kota . Jika sudah ada laporan lengkap akan dievaluasi,”tandasnya.(ana/ary)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

5 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

6 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

7 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

8 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

9 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

10 hours ago