Ia menjelaskan bahwa ketidakpercayaan publik terhadap proses politik yang terjadi dapat mengakibatkan warga merasa enggan untuk terlibat dalam pemilihan. Hal ini berpotensi berdampak pada rendahnya partisipasi dalam PSU mendatang, yang sejatinya merupakan kesempatan penting bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin daerah tingkat Provinsi Papua.
Dengan tantangan tersebut, KPU Biak Numfor terus berupaya mengoptimalkan upaya sosialisasi meskipun dibatasi oleh anggaran.
“Kami tetap akan melaksanakan tugas ini sesuai prosedur dan dengan maksimal meskipun ada keterbatasan anggaran. Sosialisasi yang efektif tetap menjadi kunci untuk mendorong masyarakat berpartisipasi,” pungkasnya.(il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
- Sat Narkoba dan Polsek Wamena Kota menemukan sebuah ladang berukuran panjang 4 Meter dan…
Mengingat negara-negara demokrasi maju telah memiliki regulasi serupa, Indonesia dinilai sangat membutuhkan aturan hukum…
Kuasa hukum keluarga korban, Sergius Wabiser, mengatakan pemeriksaan saksi telah dimulai sekitar pukul 11.00 WIT.…
Dua sertifikat tersebut mencakup aset tanah Puskesmas Tanjung Ria serta Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR)…
Insiden yang terjadi saat warga tengah beristirahat tersebut melalap habis seluruh bangunan rumah serta menghanguskan…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo berjabat tangan dengan para pegawai usai pertemuan di ruang…