Categories: PAPUA TENGAH

Pilkada Serentak, Momentum Bangun Pondasi Masa Depan Papua

WAMENA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI berpesan kepada KPU di tingkat Provinsi dan Kabupaten / Kota yang ada di tanah Papua, untuk menghindari konflik horizontal diantara masyarakat.

Komisioner KPU RI Koordinator Divisi Teknis Idham Holik menyatakan pelaksanaan Pilkada ini penyelenggara di Tingkat Provinsi, Kabupaten/ Kota harus memastikan bahwa masyarakat yang berpartisipasi dalam pelaksanaan pilkada ini bisa lebih dewasa, lebih matang lagi dalam menerima semua hasil yang dicapai.

“Saya secara pribadi sangat yakin penyelenggaraan Pilkada ini sudah sangat lama dinantikan oleh masyarakat, ini momen penting bagi pondasi masa depan di tanah Papua dan Khususnya Papua Pegunungan, Pilkada merupakan pintu gerbang bagi itu semua, sehingga perlu dijalankan tanpa harus adanya konflik dalam masyarakat,”ungkapnya Sabtu (18/5) di Wamena.

Holik mengaku peluncuran tahapan Pilkada yang dilakukan oleh KPU Papua Pegunungan ini merupakan representasi dari masyarakat Papua Pegunungan, karena maskotnya adalah Honai yang mengandung arti sebagai sarana untuk bermusyawarah, tentu musyawarah menjadi ciri khas demokrasi di Indoneseia dan juga ada dalam Pancasila.

Ia melihat saat memberikan suara di TPS ini merupakan demokrasi yang diperluas sebab dahulu dalam sejarah demokrasi sejak tahun 300-an sebelum masehi memang masyarakat Yunani itu berkumpul di dalam kota untuk memilik langsung walikotanya, pertanyaannya kalau masih menggunakan konsep yang lama ini sangat sulit sehingga TPS lah yang menjadi tempat untuk bermusyawarah.

“Momen peluncuran ini tak hanya pemperkenalkan tahapan yang berlangsung, namun saya yakin teman -teman KPU Provinsi, Kabupaten/Kota sedang mempersiapkan program strategis, mengenai sosialisasi dan Pendidikan pemilih serta partisipasi masyarakat dalam bentuk yang lebih luas,”bebernya

Idham Holik juga menyebutkan Kunci keberhasilan Pilkada sama sama dengan kunci keberhasilan pemilu yaitu partisipasi yang positif, konstruktif, begitujuga dengan Demonstrasi itu partisipasi positif hanya saja dalam prakteknya sering kali melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan aturan sehingga kedepan lebih dutamakan partisipasi yang positif dan Kontrktif,

“Dalam politik itu sering kali ada presepsi yang dimulai dari prasangka, biasanya kalau orang berjarak akan menimbulkan prasangka satu sama lain, tapi kalau terbangun hubungan komunikasi, atau personal yang baik prasangka yang memicu konflik politik itu tidak terjadi,” tutupnya. (jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

4 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

4 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

5 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

5 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

6 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

6 hours ago