

JAYAPURA- Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Provinsi Papua, Suzana Wanggai, mengakui pihaknya tengah berupaya menjalin komunikasi agar pintu perbatasan RI-PNG di Wutung, Kota Jayapura dapat kembali dibuka.
“Kalau dibilang tanda-tanda dibuka kembali pintu perbatasan, ya sudah ada, melalui upaya dalam membicarakan hal tersebut. Kami berkomunikasi cukup intens secara virtual dengan pemerintah PNG ataupun melalui KBRI di PNG,” terang Suzana Wanggai kepada Cenderawasih Pos, Rabu (15/7) kemarin.
Pemerintah PNG sangat konsen melihat bagaimana di tengah Covid-19, jangan sampai ekonomi di pintu perbatasan negara antaran RI dan PNG tidak berjalan.
“Tetapi sebaliknya, bagaimana kita menciptakan perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Walaupun dapat dikatakan bahwa Covid-19 menyebabkan perekonomian tidak berjalan di perbatasan RI-PNG di Provinsi Papua, khususnya di Wutung Kota Jayapura,” tambahnya.
Ini saatnya bagi kita untuk dapat berupaya agar perekonomian di perbatasan ini dapat bangkit kembali. ‘’ Artinya kita jangan kalah dari Covid-19. Tetapi bagaimana harus menghidupkan semua yang tentunya dijalankan dengan mengacu pada protokol kesehatan,” pungkasnya. (gr/ary)
Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut…
Rekianus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby…
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan lowongan…
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mencatat tren penyalahgunaan narkotika kini marak menyasar kalangan pelajar…
Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, 14 rumah sakit rujukan nasional, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan,…
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.30 WIT. Piket Satreskrim menerima laporan mengenai terbakarnya rumah milik…