

SENTANI-Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Jayapura mengedepankan model penanganan pasien positif Covid- 19 tanpa gejala melalui isolasi mandiri di rumah. Sebab proses penyembuhannya lebih cepat ketimbang di rumah sakit. Hal ini disampaikan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw kepada wartawan di Sentani, Selasa,(14/7).
Bupati mengakui, pola isolasi mandiri ini sudah mulai diterapkan sejak 5 Juni lalu, total ada 20 pasien yang menjalani isolasi mandiri. Dari 20 pasien itu, 10 diantaranya telah dinyatakan sembuh.
“Sudah ada yang sembuh, kita akan kedepankan model penanganan seperti ini,” katanya.
Meski begitu, Bupati menyatakan dalam pelaksanaannya membutuhkan peran serta berbagai pihak. Seperti pihak gereja atau masjid, RT/RW dan lainnya. Artinya semua harus bertanggungjawab dalam penanganan Covid-19.
” Penularan Covid-19 ini bukan hanya tugas tim medis, tapi kita semua harus ambil peran, karena kalau tidak, cukup sulit untuk mengatasi persoalan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairu Lie juga mengharapkan tokoh masyarakat, agama, pemangku kepentingan di tingkat bawah untuk mendukug proses isolasi mandiri agar berjalan baik. Puskesmas, kata Khairul punya peran penting untuk melakukan pengawasan dan memantau, termasuk bagaimana menangani pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah. (roy/tho)
Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…
Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…
Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…
Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…