

JAYAPURA- Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., menekankan bahwa masyarakat yang telah tinggal dan menetap di Papua adalah orang Papua. Dengan demikian, tidak seharusnya dilihat, bahkan dicap sebagai orang pendatang.
“Semuanya yang tinggal dan menetap di Papua adalah Orang Papua. Ini saya sampaikan di manapun. Tidak ada orang pendatang yang saya lihat, semuanya orang Papua. Jadi, jangan mentang-mentang rambutnya lurus, kulitnya putih terus disebut orang Manado atau orang Jawa. Asalnya saja dari Mandano, dari Jawa, tapi dia orang Papua,” ujar Klemen Tinal, SE., MM., (13/5) kemarin.
Bukan tanpa alasan, apalagi kalau sudah lama tinggal dan menetap di Papua, memiliki pekerjaan tetap, rumah permanen, bahkan sampai memiliki anak dan cucu yang juga tumbuh dan besar di Papua.
“Kalau orang bilang kita pendatang, ya harusnya nginap di penginapan sesuai dengan waktu dan tujuan di Papua, kemudian kembali ke daerah asal. Itu namanya pendatang. Ya, sebaliknya, kalau kita sudah tinggal lama, sudah punya rumah permanen, e-KTP Jayapura atau daerah di Papua, sampai anak dan cucu kita lahir dan tumbuh besar di Papua, masa masih dibilang pendatang,”tandasnya.(gr/ary)
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah yang…
Wali Kota juga meminta Dinas Sosial Kota Jayapura untuk terus melakukan pemantauan terhadap seluruh…
Ia menegaskan bahwa eksekusi tidak dapat dilaksanakan apabila lokasi dan luas tanah yang dimaksud…
Menurut Abisai, kekayaan budaya, adat istiadat, serta tradisi masyarakat adat yang masih terjaga hingga…
Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…
Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…