

JAYAPURA- Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., menekankan bahwa masyarakat yang telah tinggal dan menetap di Papua adalah orang Papua. Dengan demikian, tidak seharusnya dilihat, bahkan dicap sebagai orang pendatang.
“Semuanya yang tinggal dan menetap di Papua adalah Orang Papua. Ini saya sampaikan di manapun. Tidak ada orang pendatang yang saya lihat, semuanya orang Papua. Jadi, jangan mentang-mentang rambutnya lurus, kulitnya putih terus disebut orang Manado atau orang Jawa. Asalnya saja dari Mandano, dari Jawa, tapi dia orang Papua,” ujar Klemen Tinal, SE., MM., (13/5) kemarin.
Bukan tanpa alasan, apalagi kalau sudah lama tinggal dan menetap di Papua, memiliki pekerjaan tetap, rumah permanen, bahkan sampai memiliki anak dan cucu yang juga tumbuh dan besar di Papua.
“Kalau orang bilang kita pendatang, ya harusnya nginap di penginapan sesuai dengan waktu dan tujuan di Papua, kemudian kembali ke daerah asal. Itu namanya pendatang. Ya, sebaliknya, kalau kita sudah tinggal lama, sudah punya rumah permanen, e-KTP Jayapura atau daerah di Papua, sampai anak dan cucu kita lahir dan tumbuh besar di Papua, masa masih dibilang pendatang,”tandasnya.(gr/ary)
Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…
Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…
Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…
Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…
Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…
Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…