Categories: PAPUA TENGAH

DOB Mempermudah Kerjasama Dengan PNG

JAYAPURA – Sekda Papua M Ridwan Rumasukun menyatakan, dengan adanya pengembangan provinsi baru lebih mempererat dan memudahkan kerjasama antara negara Indonesia dan Papua New Guinea dalam mengelola perbatasan.

Sebagaimana pemerintah Indonesia telah membentuk tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) yaitu Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Pegunungan yang berbatasan dengan sebagian Western Province dan West Sepik Province serta Provinsi Papua Selatan yang berbatasan langsung dengan Western Province.

Pada kegiatan Forum Bilateral Border Liasion Meeting antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Papua New Guinea Senin lalu, Sekda menyebut pemerintah Indonesia memberikan apresiasi setinggi -tingginya atas optimisme yang antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Papua New Guinea yang mana tetap dinamis dalam melakukan inovasi-inovasi yang strategis dalam sektor-sektor penting bagi masyarakat kedua negara khususnya yang ada di kawasan perbatasan RI-PNG.

“Kita perlu memadukan pola pikir dan pola tindak yang sinergis dan serius agar dalam langkah-langkah penanganan perbatasan dapat memberikan kontribusi positif bagi penduduk perbatasan kedua negara dan memantap kan hubungan bilateral Republik Indonesia dan Papua New Guinea serta peningkatan penanganan pelayanan lintas batas antar negara pada titik-titik perlintasan kedua negara,” kata Sekda membacakan sambutan Gubernur Papua Lukas Enembe dalam kegiatan The 16 Border Liaision Meeting Between (BLM), Senin (12/12).

Ia berharap agar agenda-agenda yang telah disepakati, dibahas secara serius dalam pertemuan ini dan akan ditindaklanjuti dalam Forum Joint Border Committee (JBC) pada 15 Desember 2022 di Jakarta yang nantinya menjadi program pembangunan secara nyata di kawasan perbatasan.

“Dialog yang konstruktif, pertukaran pandangan dan pengalaman berkaitan dengan isu-isu di daerah perbatasan kedua negara akan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam peningkatan hubungan antar negara serta peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan kedua negara,” pungkasnya. (fia/gin)

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

8 hours ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

9 hours ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

9 hours ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

10 hours ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

10 hours ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

11 hours ago