

JAYAPURA-Cruzer Gateball Papua gagal memenuhi target menjadi juara umum di Open Bali Turnamen Gateball. Dari tiga tim yang diturunkan di nomor Double Campuran, Triple Campuran dan Beregu Campuran gagal meraih juara. Hanya tim Cruzer Papua Beregu Campuran yang berhasil meraih juara dua dan berhak mendapatkan trofi dan uang pembinaan Rp 20 juta.
Di Babak final, tim Cruzer Papua Beregu Campuran kalah 11-8 dari Tim Badung Bali. Juara ketiga di nomor tersebut diraih Tim Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi Denpasar). Sebelum melangkah ke final, tim Cruzer Papua menghempaskan tim Pergatsi Denpasar. Keperkasaan tim Papua ini cukup teruji dengan mengalahkan tim Pergatsi Denpasar yang disiapkan sebagai tim inti PON Bali dengan skor 14-11.
Untuk nomor Triple Campuran, tim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Mataram keluar sebagai juara pertama diikuti Pergatsi Sulawesi Utara di juara kedua dan juara ketiga diraih tim BBPJN Surabaya. Di nomor Double beregu, Pergatsi Sulut keluar sebagai juara, juara kedua tim Retto Solo Jawa Tengah dan juara ketiga tim Mahakam Samarida Kalimantan Timur.
Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Papua mengirimkan 13 atlet-atlet Gateball andalan Papua untuk mengikuti Open Bali Turnamen Gateball. 13 Atlet tersebut dibagi dalam tiga tim.
Ketua Umum Pengprov Pergatsi Papua, Osman H Marbun, dalam siaran persnya, mengatakan, keikutsertaan Pergatsi Papua pada Open Bali Turnamen Gateball ini sebagai ajang pemanasan sekaligus tolak ukur atlet Gateball Papua jelang PON XX mendatang.(Humas Pergatsi/eri)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…