

PON 2020 Papua
JAYAPURA – Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya menegaskan, bahwa dengan ditundanya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX hingga bulan Oktober 2021, membuat KONI Papua mengambil kebijakan untuk merumahkan atletnya.
Kebijakan tersebut merupakan hasil rapat internal KONI Papua setelah menyikapi penundaan pelaksanaan PON. Sehingga cabang olahraga yang masih menjalankan TC di luar Papua akan segera ditarik dan melakukan latihan secara mandiri di rumah masing-masing.
Namun pemulangan atlet tersebut menunggu dibukanya kembali akses bandara di Papua.
“Kita akan pulangkan, kalau sudah dibuka bandara kita akan pulangkan,” ungkap Kenius Kogoya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Kantor KONI Papua, Jumat (24/4) siang kemarin.
Tapi kata Kenius, tak semua cabang olahraga akan dipulangkan, beberapa cabang olahraga yang tidak memiliki fasilitas latihan di Papua tetap menjalankan latihan di tempat tersebut.
“Kita lihat nanti cabor yang sara prasarana di sini (Papua) tidak ada, pasti mereka akan tetap berlatih disana. Tapi tetap kita istirahatkan untuk beberapa waktu,” ujarnya.
Kenius membeberkan, bahwa atlet yang akan menjalani latihan mandiri dirumah tetap menjadi kewajiban KONI Papua. Program latihan sepenuhnya diberikan kepada Pengprov masing-masing.
“Kita bukan lepas tangan, tetap akan menjadi atlet KONI Papua, dan mereka juga akan mendapatkan hak-haknya meski tak seperti saat ini,” tandasnya. (eri/gin).
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…