Categories: OLAHRAGA

Sampah di Venue PON Tetap Jadi Perhatian Serius

Suasana rapat PB PON dengan Bidang Ligkungan PON yang berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Jumat (18/10) siang kemarin. ( FOTO : ERIK/CEPOS)

JAYAPURA – Pekan Olahaga Nasional (PON) XX Papua dipastikan digelar 20 Oktober hingga 2 November 2020 di Bumi Cenderawasih. Meskipun hari pelaksanaan PON telah ditetapkan, Pemerintah Provinsi Papua dan  Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020, tentunya harus bekerja keras menyiapkan berbagai persiapan menyambut ivent olahraga Nasional itu.

  Tak hanya persiapan venue dan atlet yang menjadi suksesnya PON, namun masalah persoalan sampah di masing-masing Venue pun akan menjadi perhatian, oleh karena itu, PB PON Papua menyusun program dan kegiatan bidang lingkungan dengan melibatkan Dinas terkait yang berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Jumat (18/10) siang kemarin.

  Sekretaris Umum PB PON Papua, Elia I Loupatty mengatakan, Koordinator Bidang Lingkungan akan menangani sampah dan lingkungan hidup. Dimana, tugas mereka nantinya memang tak ringan, karena menangani tamu yang begitu banyak dan produksi sampah sudah pastikan akan sangat banyak.

  “Sudah tentu sampah saat pelaksanaan PON akan banyak, bukan saja sampah masyarakat, tapi sampah di venue-venue PON, hotel di jalan-jalan, tempat-tempat rekreasi, maka kita harus memastikan bahwa semua sampah di tempat itu harus bersih selama pelaksanaan PON bahkan setelah PON pun bersih,” ujar Elia Loupatty.

  Dijelaskan, dalam rapat koordinas ini, perlu adanya satu konsep bagaimana melatih relawan yang akan bekerja membersikan sampah, dengan demikian, akan tercipta suatu pengelolaaan sampah yang lebih modern dan juga serta melibatkan masyarakat.

  “Sampah masyarakat di Kota Jayapura saja kurang lebih 250 ton perhari, dapat dibayangkan saja ditambah sampah PON, maka perlu ada satu manajemen  untuk menangani sampah ini,” ujarnya.

  Hal senada disampaikan Koordinator Bidang Lingkungan PB PON XX Papua Ir. Martha Mandosir Msi, bahwa terkait berapa banyak relawan yang akan dilibatkan dalam pengelolaan sampah di 4 Kabupaten/Kota penyelenggara PON, mereka akan menghitung secara pasti.

  “Namun, yang jelas kami akan menghitung berdasarkan jumlah cabang olahraga dikalkulasi dengan jumlah penduduk, supaya kita bisa menghitung berapa volume sampah yang akan dihasilkan perhari selama pelaksanaan PON di Papua,” ujarnya

  Menurutnya, sekarang ini di Kota Jayapura kurang lebih 250 ton perhari walaupun kota Jayapura sudah punya TPA dan Bank Sampah. “Sekarang kalau belum terkelola bagaimana caranya supaya TPA itu bisa dimaksimalkan, tapi juga tak semuanya ke TPA ini yang nanti kita hitung dengan baik, kita cermati supaya kita dapatkan data yang valid untuk pengelolaan sampah terutama pada saat pelaksanaan PON nanti,” tadasnya. (eri/tri).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Demi Kepastian Hukum Undang-undang TNI Harus Direvisi

Menurut Thomas, pandangan yang disampaikan Komnas HAM merupakan isu yang sangat penting dan krusial dalam…

56 minutes ago

DPD PDIP Papua Tegas Tolak MBG, PSN, dan Kopdes

Dan kali ini bukan menjadi hal mengejutkan jika PDIP menolak program pemerintah pusat yakni Makan…

7 hours ago

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

1 day ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

1 day ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

2 days ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

2 days ago