

JAYAPURA – Ceremony pembukaan dan penutupan pelaksanaan Pekan Paralimpik Nasional atau Peparnas XVI Papua akan dilaksanakan di Stadion Mandala Jayapura. Peparnas XVI akan dilaksanakan pada 2-15 November 2021 dengan mempertandingkan 12 cabang olahraga yang akan digelar di dua zona, Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapur
Sekretaris PB Peparnas XVI Papua, Rivo Manansang mengatakan bahwa setelah Stadion Mandala Jayapura diputuskan sebagai venue pembukaan dan penutupan Peparnas, maka cabang olahraga Sepakbola CP yang awalnya direncanakan di Stadion Mandala akan dipindahkan ke Stadion Mahacandra Uncen.
Pasalnya menurut Rivo sapaan akrabnya, panggung yang akan digunakan saat pembukaan juga akan digunakan saat penutupan. Sehingga tidak memungkinkan bila cabanh olahraga Sepakbola CP tetap dipertandingkan di Stadion Mandala.
“Seluruh pertandingan di Mahacandra, sampai final. Karena panggung yang digunakan saat pembukaan tidak akan dibongkar dan panggung itu juga yang akan digunakan saat penutupan. Sehingga cabang olahraga Sepakbola CP kami pindah,” ungkap Rivo kepada Cenderawasih Pos, Senin (6/9).
Sebelumnya, Ketua NPC Papua, H. Jaya Kusuma, mengaku tak begitu mempermasalahkan bila venue Cabor Sepakbola CP dipindahkan dari Stadion Mandala. Ia menegaskan, bahwa NPC Papua mendukung penuh panitia dalam mensukseskan Peparnas XVI Papua.
“Dari PB memindahkan venue sepakbola CP ke Uncen. Kita ingin bermain di Stadion Mandala bahwa Stadion itu adalah kebanggaan dan ikon persipura. Tapi itu semua untuk yang terbaik,” pungkasnya. (eri/gin).
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…