Prof. Zubairi menegaskan bahwa klaim yang menyebut Enteromix sebagai obat penyembuh kanker saat ini masih terlalu berlebihan. “Jadi Enteromex ini belum teruji secara ilmiah bermanfaat untuk kanker. Jadi sekarang ini masih penelitian awal,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Senin (9/2).
Ia menerangkan bahwa dalam pengembangan obat atau vaksin, ada tahapan panjang yang harus dilalui, mulai dari penelitian laboratorium, uji pada hewan, uji klinik manusia fase 1, 2, dan 3, hingga akhirnya disetujui oleh otoritas kesehatan seperti BPOM, FDA, atau kementerian kesehatan setempat.
Dengan demikian, klaim bahwa Enteromix siap digunakan untuk menyembuhkan kanker belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Hingga kini, vaksin tersebut masih berada pada tahap penelitian awal dan belum dapat digunakan sebagai terapi kanker yang sah. (*/Jawapos)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…