Categories: KESEHATAN

Beredar Ilmuwan Rusia Temukan Vaksin Enteromix yang Sembuhkan Kanker

JAKARTA-Kabar soal ilmuwan Rusia yang disebut telah menemukan vaksin bernama Enteromix yang diklaim mampu menyembuhkan kanker ramai beredar di media sosial. Klaim tersebut bahkan menyebut vaksin ini siap digunakan. “Rusia telah mengumumkan bahwa vaksin kanker barunva, Enteromix telah menunjukkan keberhasilan 100% dalam uji klinis dan sekarang siap untuk digunakan secara klinis,” tulis akun X @Kekius_Sage.

Namun, benarkah Enteromix sudah terbukti menyembuhkan kanker dan siap digunakan secara luas? Dokter Spesialis Penyakit Dalam subspesialis Hematologi-Onkologi, Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD, KHOM, menerangkan, Enteromix sejatinya masih berada pada tahap penelitian awal. Vaksin ini merupakan hasil riset eksperimental yang dikembangkan oleh Federal Medical and Biological Agency (FMBA) Rusia dan hingga kini belum mendapat persetujuan resmi untuk digunakan pada manusia, baik di Rusia maupun secara global.

Secara definisi, Prof. Zubairi menerangkan bahwa enteromics adalah vaksin berbasis onkolitik mRNA yang dirancang untuk menyerang sel kanker. Mekanismenya menggunakan kombinasi virus non-patogen—virus yang tidak menyebabkan penyakit—yang berfungsi menghancurkan sel kanker sekaligus mengaktifkan sistem kekebalan tubuh pasien.

Hingga tahun 2025, penelitian Enteromix baru menyelesaikan tahap preklinik, yakni uji coba pada hewan. Dalam riset tersebut, para peneliti melaporkan pengurangan tumor hingga 100 persen pada sekitar 60–80 persen hewan percobaan. Meski hasil ini terdengar menjanjikan, temuan tersebut belum bisa dijadikan bukti efektivitas pada manusia.

Vaksin ini dirancang untuk menangani kanker padat, seperti kanker kolorektal atau usus besar, kanker paru-paru, kanker payudara, hingga kanker pankreas. Namun uji klinik pada manusia baru mulai dilakukan pada periode akhir 2024 hingga 2025 dan masih berada pada fase sangat awal.

Dari sisi regulasi, hingga September 2025 persetujuan penggunaan Enteromix di Rusia masih berstatus pending dan menunggu keputusan dari Kementerian Kesehatan Rusia. Artinya, vaksin ini belum dinyatakan layak digunakan secara resmi bahkan di negara asalnya. Sementara itu, di tingkat internasional, Enteromix juga belum mendapatkan pengakuan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) belum memberikan persetujuan apa pun, begitu pula Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang menyatakan vaksin tersebut belum dievaluasi.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Wilayah Rawan Kriminalitas Perlu Dipasang CCTV

Selain berfungsi sebagai alat pemantauan, pemasangan CCTV juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencegah meningkatnya…

7 hours ago

Kosmetik Ilegal Masih Banyak Ditemukan di Papua Tengah

Dari hasil pengawasan, kosmetik tanpa izin edar alias ilegal menjadi yang paling banyak ditemukan di…

8 hours ago

Pemprov Fokus Transformasi Papua Cerah

Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen di Jayapura, Sabtu, mengatakan RPJMD merupakan dokumen strategis yang…

9 hours ago

Manfaatkan Lahan yang Ada, Bupati Jayawijaya Ajak Pemuda Kembali Berkebun

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH , MH menyatakan hari ini bisa dilihat bersama panen ubi…

10 hours ago

“Jangan Jadi Jago Kandang, Kita Dipanggil Untuk keluar di Tengah Masyarakat”

Ribuan umat Katolik, biarawan, dan biarawati dari empat dekanat di dua provinsi Papua dan Papua…

10 hours ago

Ketua DPRK Mimika Imbau Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan

Primus pun meminta aparat keamanan selaku penegak hukum agar bertindak cepat mengungkap motif di balik…

11 hours ago