

ILUSTRASI ANAK MARAH
MADIUN – Penggunaan media sosial yang berlebihan pada anak dapat memicu ketergantungan hingga berdampak pada emosi yang tidak stabil. Bahkan, tidak jarang anak menunjukkan ledakan amarah ketika akses terhadap gadget dibatasi. Psikolog Eka Renny Yustisia menjelaskan, kondisi ini terjadi karena otak anak terbiasa menerima rangsangan cepat dari konten digital.
Paparan yang terus-menerus membuat anak bergantung pada rasa senang instan yang dihasilkan. “Paparan konten digital secara terus-menerus membuat otak anak terbiasa dengan lonjakan cepat hormon kesenangan dari aktivitas stimulasi tinggi seperti media sosial (dopamin instan),” ujarnya di Jambi, Senin (1/4).
Ketika penggunaan gadget dihentikan secara tiba-tiba, respons anak bisa menyerupai gejala “putus kebiasaan”. Reaksi yang muncul antara lain marah, menangis, hingga sulit dikendalikan. Karena itu, Eka menyarankan orang tua tidak langsung melarang secara keras. Pendekatan yang lebih efektif adalah dengan memahami emosi anak, sambil tetap memberikan batasan yang jelas.
Page: 1 2
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…
Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…
Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…
Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…
Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…
Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…