Dalam kesempatan yang sama Sekjen APWNU Joko Supriyanto mengatakan, selama ini mereka memberikan perhatian lebih kepada warga desa. Khususnya yang berada di area pertambangan. Saat ini anggota APWNU memiliki 100 titik tambang di penjuru Indonesia.
Dia mengakui selama ini ada kesan pengusaha tambang berjarak dengan warga desa setempat. Sementara mereka menjaga hubungan dekat dengan masyarakat desa. “Kami belum nambang, sudah tahilan dengan warga. Sudah makan bersama dengan warga,” katanya.
Joko menjelaskan setiap pertemuan dengan warga desa, selalu mendengar aspirasi mereka. Misalnya warga desa ingin dilibatkan untuk penyediaan katering pekerja tambang. Ada juga warga desa yang ingin dilibatkan pengangkutan material tambang. Permintaan tersebut diakomodir, untuk kesejahteraan warga desa setempat. (*/jawapos)
Page: 1 2
Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…
BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…
Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…
Ujian ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dimulai sejak, Senin 4 Mei hingga Kamis, 7…
Menurutnya, kelulusan merupakan awal dari harapan baru bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang…
Kericuhanpun tak terhindarkan, aparat harus menghindari lemparan batu sambil melepas tembakan gas air mata. Dari…