

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian
JAKARTA – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat memicu keresahan warga. Situasi ini disebut berkaitan dengan terbitnya surat edaran pembatasan pembelian BBM di beberapa daerah. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menjelaskan lonjakan antrean terjadi di wilayah seperti Pontianak, Singkawang, hingga Bengkayang.
Kebijakan pembatasan yang dikeluarkan pemerintah daerah awalnya dimaksudkan untuk mengurai antrean, namun justru menimbulkan efek sebaliknya. Menurutnya, pembatasan pengisian BBM—sekitar 30 liter per kendaraan—ditafsirkan masyarakat sebagai tanda akan terjadi kelangkaan. Akibatnya, warga berbondong-bondong membeli BBM dalam jumlah besar.
“Tujuannya supaya antrean berkurang dan distribusi lebih merata. Tapi di lapangan malah muncul kepanikan karena dianggap BBM akan habis,” ujarnya.
Fenomena ini kemudian memicu panic buying, yang justru memperparah antrean di SPBU. Pemerintah pun diminta lebih hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
Page: 1 2
Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…
Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…
Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…
Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…
Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…