Menyikapi hal itu, Tito langsung meminta kepala daerah terkait untuk mencabut surat edaran tersebut. Ia menilai kebijakan itu memicu salah tafsir di tengah masyarakat hingga terjadi panic buying. Tak hanya itu, pemerintah daerah juga diminta segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Tujuannya agar masyarakat tidak lagi diliputi kekhawatiran soal ketersediaan BBM.
“Tegaskan ke masyarakat bahwa stok BBM dan gas dalam kondisi aman dan mencukupi,” tegasnya. Pemerintah berharap, setelah pencabutan aturan tersebut disertai sosialisasi yang jelas, kondisi di lapangan bisa kembali normal dan antrean di SPBU berangsur terurai. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…