Categories: NASIONAL

Mega Masih Simpan Nama Capres

Tak Hanya Elektoral, Sosok Harus Kuat Ideologi

JAKARTA-Isu terkait sosok calon presiden sempat mengemuka di awal pembukaan rapat kerja nasional (rakernas) II PDI Perjuangan (PDIP). Namun, hingga penutupan Kamis (23/6), belum terungkap siapa capres yang akan diusung partai banteng pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan, dirinya sering ditanya kapan partainya melakukan deklarasi capres dan cawapres 2024. Dia pun meminta agar mereka yang bertanya itu bersabar menunggu saat pengumuman resmi. ”Waktunya masih dua tahun lagi, boleh dong saya umpetin (sembunyikan, Red),” terangnya dalam penutupan rakernas di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, kemarin.

Sebagai ketua umum partai, dirinya diberikan hak prerogratif dalam memutuskan nama capres dan cawapres yang akan diusung dalam pemilu. Sebenarnya, kata dia, hak prerogratif itu bukan hanya dalam menentukan capres, tapi lebih luas dari itu, yaitu dalam memimpin partai wong cilik itu.

Presiden RI Kelima itu mengatakan, tidak mudah mencari sosok pemimpin. Memilih calon pemimpin bukan hanya soal elektoral saja, tapi juga harus dilihat dari sisi ideologi dan kemampuannya dalam memimpin. Pemimpin harus kuat secara ideologi, dan mumpuni dalam tata kelola pemerintahan.

Selain itu, pemimpin juga harus bisa memahami alam pikir dan perasaan rakyatnya. Dia juga harus kokoh berdiri pada kehendak rakyat, menjadi bintang penuntun dan mengetahui hendak dibawa kemana arah bangsa ke depannya. ”Bicara pemimpin tidak lepas dari sosok Bung Karno yang kokoh bersama rakyat dan diperhitungkan dunia internasional,” ujarnya.

Sebagai politikus kawakan, Megawati siap menentukan calon pemimpin itu. Berbeka; pengalaman, dia meyakini bisa melihat sosok yang layak tersebut. ”Bukan saya bisa meramal, tapi bisa melihat lebih dalam,” ungkapnya. Dia memberikan contoh ketika dirinya memilih Joko Widodo sebagai capres. Saat itu, dia dicibir dan diremehkan, tapi ternyata pilihannya tepat. Jokowi terbukti sebagai presiden yang kuat.

Dalam penutupan kemarin, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memberikan kesempatan kepada sejumlah pengurus dan kader untuk tampil membacakan poin-poin rakernas II. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dia didapuk membacakan hasil rakernas II terkait ideologi, sistem politik, dan pemilu.

Sementara itu, Ketua DPP Puan Maharani mengatakan, dalam rakernas, partainya berkomitmen bersama melaksanaan tahapan pemilu sesuai jadwal. Selain itu, PDIP akan solid bekerja ke bawah dengan tiga pilarnya dan tentu saja mengedepankan semua program kesejahteraan rakyat.

Pihaknya juga meminta penyelenggara pemilu berkomitmen menjaga situasi kondusif pelaksanaan pesta demokrasi dua tahun mendatang. ”Yang terpenting bagaimana pemilu bisa berjalan dengan damai dan menjaga kesatuan dan persatuan,” tegasnya. (lum/bay/JPG)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: NASIONAL

Recent Posts

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

7 hours ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

7 hours ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

8 hours ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

8 hours ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

9 hours ago

Bekerja Bukan Lagi Soal Ideal, Tapi Kebutuhan yang Tak Bisa Ditunda

Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…

10 hours ago