Categories: NASIONAL

PBB: 277 Anak Tewas dan Lebih dari 700 Terluka Akibat Serangan Israel di Lebanon

JAKARTA-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa sedikitnya 277 anak di Lebanon tewas dan lebih dari 700 lainnya terluka sejak Zionis Israel meluncurkan serangan ke negara tersebut pada 2 Maret. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, saat konferensi pers yang membahas perkembangan terkini Kawasan Timur Tengah di Markas PBB di New York, Senin (20/4).

Melalui laporan tentang korban jiwa akibat serangan Israel di Lebanon, ia menjelaskan bahwa lebih dari 350.000 orang mengungsi, menurut otoritas Lebanon. Dujarric menekankan bahwa sebagian besar dari mereka berjuang untuk bertahan hidup di pengungsian yang penuh sesak di tengah keterbatasan layanan dasar.

Ia juga menyebutkan bahwa situasi di lapangan masih rapuh, dan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) terus memantau operasi penembakan dan penghancuran yang dilakukan oleh tentara Israel di berbagai lokasi di Lebanon selatan. Menurutnya, intervensi kemanusiaan di Lebanon masih belum mencukupi jika “dibandingkan dengan kebutuhan” di lapangan.

Sementara gencatan senjata antara Lebanon dan Israel menuai respos positif global. Tidak terkecuali dari Indonesia. Secara khusus, Indonesia mengharapkan gencatan senjata tersebut dapat berkembang menjadi kesepakatan perdamaian yang permanen. Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan, Indonesia terus mengikuti secara saksama perkembangan perundingan antara Lebanon dan Israel.

“Indonesia mengharapkan agar perundingan tersebut dapat menghasilkan gencatan senjata permanen,” kata Nabyl, sebagaimana dilansir dari Antara, Sabtu (18/4). Ia mengatakan bahwa Indonesia mengharapkan adanya langkah konkret dan segera untuk menindaklanjuti gencatan senjata tersebut. Tujuannya adalah untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut dan memburuknya situasi kemanusiaan di Lebanon.

Indonesia turut mendesak kedua belah pihak agar menjunjung tinggi hukum internasional. Termasuk hukum humaniter internasional, serta perlindungan terhadap warga sipil. “Indonesia menegaskan bahwa semua pihak harus menahan diri secara maksimal dan menghormati kedaulatan negara,” lanjut Nabyl. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati 10 hari gencatan senjata.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Harta Terpidana Kasus Korupsi Dana Desa Lanny Jaya Masih Ditelusuri

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya Sunandar Pramono, SH, MH menyatakan masih ada terpidana lainnya yang aliran…

32 minutes ago

Bangkai Kendaraan Korban Kerusuhan Dipindahkan

Kendaraan yang sebelumnya berada di area parkir Histora dipindahkan ke bagian belakang stadion. Langkah ini…

2 hours ago

Pemkab Jayapura Usul SPBU Doyo Layani Solar Subsidi untuk Truk Sampah

Antrean panjang pengisian BBM subsidi jenis solar di SPBU Hawai. Pemkab Jayapura berencana melakukan audien…

3 hours ago

Jenazah Korban Kecelakaan Maut di Keerom Telah Diambil Keluarga

Polres Keerom sebelumnya sempat mengeluarkan pemberitahuan mengenai dua jenazah tanpa identitas tersebut. Agar pihak keluarga…

4 hours ago

Bupati Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan Pascakebakaran SD di Kaureh

Bupati Yunus Wonda mengatakan dirinya telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura untuk mengecek langsung…

5 hours ago

7 Pejabat Eselon II dan III Terima SK Plt

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali memberikan Surat Keputusan (SK) sebagai pelaksana Tugas (Plt) dapat Pejabat eselon …

6 hours ago