Kondisi Paus sempat menunjukkan perbaikan ringan menjelang akhir Maret. Namun pada Minggu Paskah, 20 Maret 2025, ia tidak muncul di balkon Basilika Santo Petrus untuk menyampaikan pesan Urbi et Orbi seperti tradisi biasanya. Sebagai gantinya, Kardinal Angelo Comastri membacakan pesan tersebut di hadapan ribuan peziarah yang hadir, memunculkan kekhawatiran bahwa kondisi Paus lebih serius dari yang sebelumnya diberitakan.
Pihak rumah sakit maupun Vatikan tidak memberikan rincian harian tentang perkembangan terakhir kesehatan beliau. Namun, sumber internal menyebut bahwa Paus mengalami kelelahan kronis dan gangguan pernapasan berat beberapa hari sebelum wafat pada usia 88 tahun. Ia meninggal dengan tenang di tempat tidurnya, didampingi oleh para biarawan dan staf medis.
Wafatnya Paus Fransiskus mengakhiri masa kepemimpinan selama lebih dari 12 tahun. Meski dalam kondisi kesehatan yang menurun di tahun-tahun terakhir, ia tetap konsisten menjalankan tanggung jawab spiritualnya hingga saat-saat terakhir.
Umat Katolik di seluruh dunia kini tengah berkabung, sementara Vatikan bersiap menyelenggarakan rangkaian upacara pemakaman kenegaraan yang akan digelar dalam beberapa hari ke depan.(*/jawapos)
Page: 1 2
Komisi III DPR Provinsi Papua Selatan melakukan audiens dengan Manajemen, Nakes dan honorer atau pegawai…
Keterbatasan fasilitas ini memicu reaksi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Saat ditemui…
Dalam pengiriman perdana ini, sebanyak 240 kilogram kepiting bakau kualitas premium diterbangkan ke Negeri Jiran…
Menurutnya, jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu orang tidak sebanding dengan jumlah steward yang disiapkan…
Penanganan kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai yang memicu kericuhan di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret…
Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…